PROBOLINGGO, Radar Bromo - Konfersensi daerah (konferda) dan cabang (konfercab) yang digelar PDI Perjuangan menghasilkan pucuk pimpinan kepengurusan di dewan pimpinan cabang (DPC) PDI Perjuangan.
Di Kota Probolinggo, partai berlambang banteng moncong putih itu bakal dipimpin Tommy Wahyu Prakoso.
Dia didapuk menjadi ketua DPC yang baru masa periode 2025-2030. Posisinya menggantikan Haris Nasution.
Tommy pun menargetkan PDI Perjuangan menjadi partai pemenang dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) Kota Probolinggo tahun 2031 nanti.
Selain Tommy, konfercab juga memutuskan sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota dipercayakan kepada Sukardi Mitho.
Begitu juga bendahara dijabat oleh Sahri Trigiantoro, yang kini menjabat anggota DPRD Kota Probolinggo.
Tommy, ketua DPC PDI Perjuangan kota mengatakan, amanah yang dipegang saat ini, menjadi penyemangat dan komitmen untuk membawa partainya lebih baik.
Ke depan, pihaknya akan kedepankan konsolidasi internal dan kebangkitan elektoral PDI Perjuangan Kota Probolinggo.
”Saya ingin bersama-sama dengan semua pengurus partai membangun partai yang solid, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta dekat dengan rakyat. Amanah ini adalah jalan pengabdian, bukan sekadar jabatan. Karena sejak SMP saya sudah cinta dan ikut partai ini,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo saat ditemui di kediamannya jalan Panglima Sudirman.
Tommy mengaku, saat ini PDI Perjuangan di Kota Probolinggo hanya memiliki 5 kursi. Targetnya bukan lagi menambah berapa kursi.
Tetapi menjadi partai pemenang dalam Pileg 2031 nanti dan Pemilihan DPR RI di tahun 2029. Sehingga, dengan semangat itu, PDI Perjuangan harus memperoleh kursi terbanyak.
Karena itu, ke depan ia merangkul seluruh elemen, mulai dari struktur partai, kader akar rumput, hingga generasi muda.
Terutama kalangan remaja yang mana, 5 tahun lagi sudah memiliki hak pilih, menjadi target untuk bisa dirangkul dan bergabung di PDI Perjuangan.
”Targetnya, memperoleh kursi terbanyak atau menjadi partai pemenang,” harapnya.
Sementara di Kabupaten Probolinggo, jabatan ketua kini diamanahkan kepada Khairul Anam.
Dia didampingi Abdul Basit sebagai sekretaris dan Arief Hidayat sebagai bendahara. Ketiganya merupakan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, hasil pemilu 2024.
Khairul Anam sendiri dikenal sebagai politisi muda dengan rekam jejak organisasi yang panjang. Di usia 39 tahun, mantan Ketua HMI Badko Jawa Timur itu mencatatkan perolehan suara tertinggi dari Daerah Pemilihan Kraksaan, Besuk, dan Gading atau dapil Probolinggo I, yakni 7.253 suara.
Capaian itulah yang mengantarkannya sebagai salah satu figur paling menonjol di internal partai.
Sebelumnya, dinamika internal sempat menghangat. Sebanyak 11 nama kader diusulkan oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) dalam tahap penjaringan.
Di antaranya tercatat nama Edi Susanto selaku ketua demisioner, Didik A. Irfan, Zulmi Noor Hasani, hingga Dian Novianti. Namun sesuai mekanisme partai, keputusan final sepenuhnya berada di tangan DPP PDI Perjuangan. (mas/fun)
Editor : Fandi Armanto