JAKARTA-Uya Kuya, termasuk salah satu legislator yang dinonaktifkan dari DPR RI per 1 September ini. Politisi yang melejit dari dunia entertainment itu jadi kontroversi karena aksi jogetnya saat rapat tahunan MPR RI.
Siapa mengira, gonjang-ganjing yang dialami Uya Kuya itu ternyata pernah diramal oleh Hard Gumay. Salah satu indigo yang kerap meramal.
Dalam tayangan Pagi Pagi Ambyar Trans TV pada 2 Agustus 2024, Hard Gumay mengungkapkan penerawangannya terkait karir politik Uya Kuya.
Hard Gumay menyebut Uya Kuya akan terlibat kontroversi besar yang menjadi sorotan seluruh masyarakat Indonesia.
"Uya Kuya ini aku melihat nanti ke depannya akan berhubungan dengan kasus masyarakat di Indonesia dan dunia politik," ujar Hard Gumay.
Menurut Hard Gumay, hal tersebut disebabkan oleh sikap Uya Kuya yang frontal.
"King Uya ini aku melihat nanti ke depannya akan membongkar suatu kasus yang sangat besar, sehubungan dengan masyarakat dan dunia politik. Ini sangat besar, satu Indonesia, sampai menjadi sorotan Polri, TNI, bahkan pimpinan negara kita, orang nomor satu, presiden," kata Hard Gumay seperti dikutip dari Insert.
Namun, Hard Gumay mengatakan kasus yang menimpa Uya Kuya akan berakhir baik. Kondisi Uya Kuya juga diramal baik usai tersandung kasus besar.
"Sebenarnya ini hal baik. Aku ngelihat Insya Allah aman, karena King Uya ini nanti ke depannya itu niatnya baik, ingin menyelesaikan permasalahan biar terbongkar, biar jelas," jelasnya.
Uya Kuya sendiri sebelum terjun ke dunia politik, dikenal sebagai artis. Ia pernah tergabung di grup vokal Tofu, sempat dikenal juga sebagai magician hingga aktor.
Uya terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota Partai Amanat Nasional (PAN). Ia menduduki kursi sebagai anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN.
Uya berhasil meraih 41.385 suara dan menjadikannya salah satu caleg PAN dengan suara terbanyak.
Namun, kiprahnya di dunia politik rupanya tak berjalan dengan mulus. Belakangan ini sosoknya menjadi sorotan masyarakat Indonesia karena video joget-joget viral di media sosial.
Editor : Muhammad Fahmi