Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Duduk Perkara 2 Pemuda Pakai Kaus Handal Bersinar Bawa Amplop Berisi Uang Diamankan Warga, Ini Klarifikasi Lengkapnya

radar bromo • Rabu, 27 November 2024 | 00:24 WIB
Paslon Habib Hadi Zainal Abidin menemui 2 pemuda yang sempat bikin geger karena diamankan warga terkait dugaan money politics.
Paslon Habib Hadi Zainal Abidin menemui 2 pemuda yang sempat bikin geger karena diamankan warga terkait dugaan money politics.

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Dua hari menjelang pilkada serentak, Kota Probolinggo dibikin gempar setelah sebuah video viral. Gempar karena di video menunjukkan dugaan praktik politik uang (money politic) yang dilakukan dua pemuda.

Dalam video terlihat ada dua pemuda, yang diketahui berinisial Irw, 19, warga Kelurahan Triwung Kidul, dan Irf, 20, warga Kelurahan Sukabumi, diduga terlibat dalam pembagian uang.

Keduanya tampak mengenakan kaos pasangan calon (paslon) 04 Handal Bersinar saat diamankan ke kantor Panwascam Wonoasih.

Salah seorang warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan, kejadian bermula ketika kedua terduga pelaku tertangkap basah membawa sejumlah amplop berisi uang pada Senin dini hari.

Warga yang curiga sebelumnya telah membuntuti gerak-gerik mereka hingga akhirnya menangkap mereka di Kelurahan Kebonsari Wetan.

“Saat diamankan, ditemukan 30 amplop berisi uang masing-masing Rp 100 ribu dan stiker dari paslon 03 Amanah. Mereka mengaku mengambil amplop tersebut dari rumah Tat, seorang warga Kelurahan Sumber Taman,” ungkap warga tersebut.

Diketahui Tat merupakan Ketua RT 06/RW 07 Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Tak hanya itu, dia juga merupakan seorang PNS di Kabupaten Probolinggo.

Sayangnya ketika Jawa Pos Radar Bromo mendatangi rumahnya pada Senin (25/11), yang bersangkutan tidak ada di rumah. Saat dihubungi juga belum merespon hingga berita ini ditulis.

Ketua RW 07 Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Lukman Hakim mengaku tak tahu menahu terkait peristiwa pada Senin (25/11) dini hari tersebut. Hal tersebut lantaran ia dan istrinya baru saja datang dari luar kota pada saat itu.

Tak hanya itu, Lukman juga mengatakan bahwa ia tak tahu terkait kegaitan-kegiatan Tat yang mungkin bersinggungan dengan dunia politik.

“Sebab ini merupakan ranah pribadi. Saya khawatir bila terlalu ikut mencampuri,” tuturnya.

Meski demikian, Lukman mengatakan bahwa dirinya sering mengingatkan seluruh Ketua RT untuk tetap menjaga netralitas. Terutama bagi para PNS.

“Sebab memang sudah pernah disosialisasikan oleh Pj Wali Kota saat itu untuk ketua RT dan RW agar tetap menjaga netralitas. Itu yang terus saya ingatkan,” katanya.

Sedangkan dari sebuah video yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menunjukkan Tat tengah diwawancara oleh sejumlah masyarakat.

Dalam video tersebut, Tat mengaku bahwa kaos yang digunakan oleh kedua terduga pelaku memang benar berasal darinya. Namun ia mengaku tak tahu menahu terkait amplop berisi uang dan stiker yang dibawa oleh para terduga pelaku.

“Memang kaos ini dari saya. Dari Mas Feri, salah satu timnya Habib (Hadi Zainal Abidin, red). Sebab saya sudah komunikasi dengan Habib, sebab di sini saya ketua RT. Saya tidak bisa bergerak karena saya juga ASN. Lalu malam-malam ke sini bawa kaos, saya bagi-bagikan ke warga. Sisanya masih ada, keponakan minta. Ini juga saya sudah komunikasikan dengan Pak Mujib. Sama kita ini satu barisan,” ujarnya.

Menanggapi itu, Ketua Tim Pemenangan Paslon 04, Abdul Mujib mengatakan bahwa baru mengetahui wajah Tat ketika berita mencuat.

“Orangnya saja saya baru tahu. Orangnya Tat seperti apa, baru tahu. Memang kalau nomor HP saya punya. Beberapa kali chatting dengan saya. Bahkan ingin memasukkan timnya 03 ke 04. Silahkan nanti chattingnya lengkap semuanya. Jadi bukan orangnya saya, lha wong orangnya saja saya baru tahu,” tuturnya.

BIKIN GEMPAR: Irf dan Irw saat diamankan di Polres Probolinggo Kota lantaran diduga melakukan money politics.
BIKIN GEMPAR: Irf dan Irw saat diamankan di Polres Probolinggo Kota lantaran diduga melakukan money politics.

Sementara Calon Wali Kota Probolinggo dari paslon 04, Habib Hadi Zainal Abidin turun langsung ketika kejadian.

Dari salah satu video yang diunggah di sosial media, calon petahana itu mengatakan bahwa kedua pelaku tersebut menggunakan baju Handal Bersinar untuk mengelabui masyarakat.

“Tadi mereka sudah menjelaskan bahwa itu untuk mengelabui atau menyamarkan, dia pakai kamuflase dengan pakai Handal Bersinar. Tadi kami tanya pada Irf, ada juga delivery uang oleh seseorang yang menggunakan seragam ojek online. Sehingga masyarakat harus waspada. Sebab sekarang sudah banyak manipulasi atau modus-modus menggunakan baju dari paslon lain hingga pakai ojek online untuk mengantarkan uang yang ada,” jelasnya.

Hadi juga mengatakan bahwa Tat  telah menerima pesan singkat dari salah satu paslon bahwa uangnya telah dititipkan pada Winda untuk finishing.

“Saya hadir di sini karena mereka pakai baju Handal Bersinar. Jadi kami sampaikan di sini, ini hanya untuk mengelabui karena disuruh oleh Tat. Sebab penerimaan uang itu dari Winda ke Tat di rumahnya, sementara Winda merupakan salah satu pekerja dari Rumah Sakit Amanah. Begitu info yang kami terima dari Tat juga. Anak-anak ini hanya menjadi korban karena masih sepupunya Tat,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, calon Wali Kota Probolinggo dari paslon 03, dr. Aminuddin mengatakan bahwa kejadian yang bikin viral ini cukup aneh.

“Bawa stiker Amanah, tapi pakai baju paslon lain. Meski demikian, kami memastikan bahwa tidak ada instruksi semacam itu dari kami. Kami juga ingin melihat proses pilkada yang berjalan dengan baik. Kalaupun ada hal-hal semacam ini, kami rasa sudah ada badan-badan yang berwenang untuk memproses perkara tersebut seperti Bawaslu. Ya kami hormati prosesnya itu,” terangnya.

Aminuddin mengatakan bahwa Tat bukanlah tim suksesnya. Sementara Winda memang benar merupakan salah satu karyawannya. “Namun terkait proses-prosesnya semisal menyuruh membagikan uang, tidak ada,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Kota Probolinggo, Johan Dwi Angga, menjelaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap pembahasan oleh Sentra Gakkumdu. Pihaknya belum dapat memastikan keterkaitan para pelaku dengan paslon tertentu.

“Kami masih mendalami kasus ini. Saat ini, mereka diamankan di Polres Probolinggo Kota untuk mencegah hal yang tak diinginkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Didik Riyanto mengaku bahwa saat ini kewenangan masih berada pada Bawaslu. “Kewenangan saat ini masih di Bawaslu,” ungkapnya singkat.

Insiden ini sempat mebuat puluhan pendukung paslon nomor 04 beramai-ramai mendatangi kantor Bawaslu Kota Probolinggo. Senin (25/11) sekitar pukul 15.00, mereka datang untuk mendesak Bawaslu Kota Probolinggo segera mengusut tuntas dugaan money politics yang mengatasnamakan paslon nomor 04. Menurut mereka tindakan tersebut telah mencemari nama baik paslon Handal Bersinar itu.

Mereka sempat menunggu di kantor, namun saat itu Bawaslu sedang berada di Polres Probolinggo Kota. Mereka pun mengejar Bawaslu ke markas Polresta.

Salah satu peserta aksi, Echi, 27 menjelaskan bahwa tujuannya mendatangi Bawaslu adalah untuk mengawal isu tersebut agar kasus tersebut cepat ditangani.

“Ini mencemari nama baik Handal Bersinar dan pendukungnya. Kami minta keadilan agar diusut tuntas,” jelasnya.

Menurut mereka dua pemuda tersebut bukanlah bagian dari tim mereka.  

“Kami tidak merasa dia tim kami, dia bukan tim kami karena Handal tidak bagi-bagi uang,” lanjutnya.

Di sisi lain, Ketua Bawaslu Kota Probolinggo, Johan Dwi Angga menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan pemeriksaan.

Sehingga belum dapat memberi kejelasan terkait hasil pemeriksaan. “Kami kan sudah terima laporannya, tapi kami masih melakukan pemeriksaan karena takutnya masih ada bukti tambahan,” kata Johan.

Mendapat respon itu para warga pulang dalam keadaan emosi. Mereka mengaku tidak puas dengan kinerja Bawaslu yang menurutnya lambat dalam menyikapi isu ini.

“Kami kecewa sudah menunggu dari semalam, kok lama sekali untuk ngurus isu ini,” kata Echi.  (gus/mg/fun)

Editor : Muhammad Fahmi
#Aminuddin #money politics #pilwali probolinggo #Amanah #Handal Bersinar