BANGIL, Radar Bromo-Rusdi Sutedjo-Shobih Asrori memungkasi safari kampanyenya lewat kampanye akbar di Stadion R Soedrasono, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Di hadapan pendukungnya, pasangan calon (paslon) nomor urut dua dengan akronim Rubih itu menjanjikan perubahan yang lebih baik jika terpilih sebagai bupati.
Massa yang terdiri dari warga dan simpatisan, memadati stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Pasuruan itu, sejak Sabtu (23/11) siang.
Mereka begitu antusias ingin mendengarkan pidato kampanye yang disampaikan oleh paslon nomor urut dua itu.
Bahkan beberapa warga tampak datang ke lokasi kampanye seraya berkonvoi dengan sound horeg.
Mereka tumpah memadati areal luar dan dalam stadion. Kampanye ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari Cak Sodiq dan New Monata. Masyarakat bernyanyi dan berjoget bersama Cak Sodiq.
Beberapa poin disampaikan oleh Rusdi Shobih di hadapan ribuan orang yang memadati stadion pogar. Mereka menjanjikan perekonomian yang lebih baik dan memihak masyarakat kecil. Lalu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Sehingga bisa mengurangi pengangguran.
Apalagi selama ini, Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai kawasan industri dengan banyaknya pabrik besar.
UMK Pasuruan yang mencapai Rp 4,5 juta menjadi salah satu yang tertinggi. Ironisnya, ini berbanding terbalik dengan kehidupan masyarakatnya. Banyak yang menganggur.
Winaryo Sujoko, Ketua tim kampanye Rusdi-Shobih menyebut Mas Rusdi dan Gus Shibih fokus pada perubahan perekonomian yang lebih baik.
Salah satu fokus yang ingin diselesaikan oleh mereka adalah kemiskinan dan pengangguran.
"Salah satunya dengan membuka lapangan kerja baru. Dan memberikan kesempatan luas bagi masyarakat Pasuruan sebagai tenaga kerjanya," katanya.
Dalam kampanye itu Mas Rusdi meminta agar masyarakat datang ke TPS dan tidak golput pada 27 November mendatang.
Dan berpesan agar seluruh simpatisan dan pendukung all out untuk bisa menyambut perubahan bagi Pasuruan.
Katanya, Mas Rusdi juga berpesan agar masyarakat dan pendukungnya saling menghormati dan menyukseskan gelaran pilbup.
Meski berbeda pilihan dan pandangan dalam pilbup, namun mereka tidak boleh saling menyakiti ataupun menghina.
"Kami targetkan yang massa dari berbagai wilayah datang menyambut arus perubahan," tutur Winaryo. (riz)
Editor : Fandi Armanto