MAYANGAN, Radar Bromo - Empat pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Probolinggo telah menyerahkan LHKPN masing-masiing ke KPU Kota Probolinggo.
Dalam LHKPN yang telah dilaporkan ke KPK itu, harta kekayaan semua paslon dilaporkan dengan detil. Termasuk utang yang dimiliki, juga dilaporkan.
Ketua KPU Kota Probolinggo, Radfan Faisal melalui Ilmiyah, Komisioner KPU Divisi Teknis Penyelenggaraan mengatakan, sebelum penetapan paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Probolinggo 2024, semua paslon harus menyerahkan LHKPN.
LHKPN itu juga harus sudah dilaporkan ke KPK. Tentunya, keempat paslon sudah melaporkan LHKPN pada KPK. Mereka juga sudah menyerahkan bukti laporan itu ke KPU sebagai syarat pencalonan.
”Untuk LHKPN empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota sudah dilaporkan dan diserahkan ke KPU,” katanya.
KPU menurut Ilmiyah juga sudah berkomunikasi dengan admin KPK yang menangani LHKPN. Dan dipastikan bahwa Data LHKPN para calon sudah masuk ke KPK.
Namun, pihaknya tidak menverifikasi nilai LHKPN masing-masing calon. Sebab, itu sudah menjadi urusan pribadi para calon.
KPU hanya mendapatkan tembusan bahwa semua calon wali kota dan wakil wali kota sudah melaporkan LHKPN ke KPK.
”Kami tidak mengecek nilai akhir dari LHKPN itu. Kami hanya diberi tahu bahwa LHKPN itu sudah dilaporkan atau didaftarkan ke KPK,” tegasnya.
Sedangkan untuk LHKPN secara utuh, hanya LO Paslon yang bisa mengakses. Sementara KPU tidak menerima.
Berdasarkan LHKP di web e-LHKPN KPK, calon wali kota Aminuddin memiliki harta kekayaan tertinggi. Nilainya mencapai Rp 43,2 Miliar.
Secara detil, LHKPN di web e-LHKPN KPK menyebut, total harta kekayaan Aminuddin mencapai Rp 43.280.443.000. Kekayaaan terbesar Aminuddin yaitu Harta Bergerak Lainnya sebesar Rp 9,9 Miliar.
Dalam LHKPN itu bahkan tidak ada catatan utang yang dimiliki Aminuddin. Ini membuatnya menjadi calon yang memiliki harta kekayaan tertinggi dibanding tujuh calon yang lain.
Lalu Ina Dwi Lestari yang merupakan calon wakil wali kota pendamping Aminuddin berada di urutan kedua. Dia memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 20.626.124.500.
Kekayaan terbesarnya berupa Tanah dan Bangunan senilai Rp 18,4 Miliar. Dalam LHKPN, juga tidak ada catatan utang yang dimiliki Ina Buchori, panggilannya.
Praktis, paslon wali kota Aminuddin dan wakil wali kota Ina Buchori menjadi paslon yang memiliki harta kekayaan tertinggi dibanding tiga paslon yang lain.
Mereka selama ini memang dikenal sebagai pengusaha sukses, selain seorang politisi. Aminuddin memiliki sebuah rumah sakit swasta yang cukup besar di Kota Probolinggo.
Sementara Ina memiliki perusahaan kayu playwood yang juga cukup besar di Kota Probolinggo. Bahkan, usaha keduanya sudah besar jauh sebelum mereka terjun ke dunia politik.
Sementara itu, Sri Setyo Pertiwi menjadi calon dengan harta kekayaan paling kecil. Jumlahnya menurut LHKPN mencapai Rp 906.794.589.
Sebenarnya Tiwi memiliki harta kekayaan total Rp 2,4 Miliar. Namun, dia tercatat mempunyai utang sebesar Rp 1,5 Miliar. Sehingga, hartanya tersisa Rp 906.794.589.
Lalu Moh. Rachman Sawaludin, calon wakil wali kota Tiwi memiliki harta kekayaan lebih besar dari Tiwi. Total mencapai Rp 1.802.230.308 dengan kekayaan terbesar berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp 1,8 Miliar.
Tiwi dan Rachman menjadi paslon dengan harta kekayaan paling kecil dibanding paslon yang lain.
Selanjutnya, paslon dengan harta kekayaan terbesar kedua yaitu Hadi Zainal Abidin-Zainal Arifin. Kemudian, paslon dengan harta kekayaan terbesar ketiga yaitu Fernanda Zulkarnain – Abdullah Zabut.
Habib Hadi (panggilannya) memiliki total kekayaan Rp 11.426.609.345. Dengan nilai harta terbesar yaitu Harta Bergerak Lainnya yang mencapai Rp 3,6 Miliar.
Sedangkan Zainal Arifin, calon wakil wali kotanya punya harta kekayaan lebih tinggi. Mencapai Rp 14.750.158.626.
Kekayaan terbesar Zainal Arifin berasal dari Tanah Dan Bangunan sebesar Rp 9,3 Miliar. Keduanya sama-sama tercatat tidak memiliki utang.
Selanjutnya, calon wali kota Fernanda Zulkarnain memiliki harta kekayaan total Rp 5.292.633.257.
Sebenarnya, seluruh harta kekayaan Nanda (panggilannya) mencapai 6,8 Miliar. Namun, dia tercatat memiliki utang sebesar Rp 1,5 Miliar.
Terakhir Abdullah Zabut, calon wakil wali kotanya tercatat punya harta kekayaan total Rp 1.812.700.000. harta kekayaan terbesar berasal dari Tanah Dan Bangunan yang mencapai Rp 1,5 Miliar. (mas/hn)
LHKPN Paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Probolinggo 2024:
Sri Setyo Pertiwi, calon wali kota
Total Harta Kekayaan -- Rp 906.794.589
Tanah dan bangunan -- Rp 860 Juta
Harga bergerak -- Rp 37,4 Juta
Kas dan setara kas -- Rp 1,5 Miliar
Sub Total -- Rp 2,4 Miliar
Utang -- Rp 1,5 Miliar
Moh. Rachman Sawaludin, calon wakil wali kota
Total Harta Kekayaan -- Rp 1.802.230.308
Tanah dan bangunan -- Rp 1,8 Miliar
Harta bergerak lainnya -- Rp 2,1 Juta
Kas dan setara kas -- Rp 80.306
Fernanda Zulkarnain, calon wali kota
Total Harta Kekayaan -- Rp 5.292.633.257
Tanah dan bangunan -- Rp 4,7 Miliar
Alat transportasi mesin -- Rp 210 Juta
Harta bergerak lainnya -- Rp 708 Juta
Kas dan setara kas -- Rp 1,8 Miliar
Sub total -- Rp 6,8 Miliar
Utang -- Rp 1,5 Miliar
Abdullah Zabut, calon wakil wali kota
Total Harta Kekayaan -- Rp 1.812.700.000
Tanah dan bangunan -- Rp 1,5 Miliar
Alat transportasi mesin -- Rp 289 Juta
Harta bergerak lainnya -- Rp 13 Juta
Kas dan setara kas -- Rp 700 Ribu
Aminuddin, calon wali kota
Total Harta Kekayaan -- Rp 43.280.443.000
Tanah dan bangunan -- Rp 15 Miliar
Alat transportasi-mesin -- Rp 1,8 Miliar
Harta bergerak lainnya -- Rp 9,9 Miliar
Surat berharga -- Rp 3,5 Miliar
Kas dan setara kas -- Rp 9,2 Miliar
Harta lainnya -- Rp 3,6 Miliar
Ina Dwi Lestari, calon wakil wali kota
Total Harta Kekayaan -- Rp 20.626.124.500
Tanah dan bangunan -- Rp 18,4 Miliar
Alat transportasi-mesin -- Rp 260 Juta
Surat berharga -- Rp 1,5 Miliar
Kas dan setara kas -- Rp 433 Juta
Hadi Zainal Abidin, calon wali kota
Total Harta Kekayaan -- Rp 11.426.609.345
Tanah dan bangunan -- Rp 2,4 Miliar
Alat transportasi mesin -- Rp 2,1 Miliar
Harta bergerak lainnya -- Rp 3,6 Miliar
Kas dan setara kas -- Rp 3,1 Miliar
Zainal Arifin, calon wakil wali kota
Total Harta Kekayaan -- Rp 14.750.158.626
Tanah dan bangunan -- Rp 9,3 Miliar
Alat transportasi mesin -- Rp 1,7 Miliar
Harta bergerak -- Rp 1 Miliar
Kas dan setara kas -- Rp 2,3 Miliar
Harta lainnya -- Rp 250 Juta