MAYANGAN, Radar Bromo-Nasib ribuan tenaga honorer di Lingkup Pemkot Probolinggo, menjadi perhatian serius pasangan calon (Paslon) Wali kota-Wakil Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin-Ina Dwi Lestari Buchori.
Paslon nomor urut 3 itu berkomitmen untuk menjadikan ribuan tenaga honorer menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) hanya dalam kurun waktu 2 tahun.
Sehingga, ditargetkan tahun 2027, seluruh tenaga honorer tersebut sudah diangkat menjadi PPPK.
Program paslon dengan akronim AMANAH itu mendapatkan respons positif dari tenaga honorer di lingkup Pemkot Probolinggo.
Sebab, banyak tenaga honorer yang sudah lama mengabdi, alami kesulitan untuk bisa lolos tes seleksi PPPK.
“Yang dibutuhkan, pemimpin yang komitmen menjadikan tenaga honorer menjadi PPPK. Semoga paslon AMANAH yang menjadikan pogram komitmen menjadikan tenaga honorer sebagai PPPK bisa terwujud,” harap salah satu tenaga honorer di lingkup Pemkot yang enggan dikorankan.
Diketahui sebelumnya, rekrutmen PPPK dari tenga honorer dilingkungan Pemerintah Kota Probolinggo dari 1.872 tenaga honorer hanya 121 pegawai yang dapat terealisasi menjadi PPPK pada tahun anggaran 2024.
Konidisi itu menjadi sorotan serius DPRD Kota Probolinggo saat pembahasan perubahan APBD 2024.
Dokter Aminuddin, calon Walikota Probolinggo mengatakan, nasib ribuan tenaga honorer di lingkup Pemkot Probolinggo cukup ironis.
Mereka sudah mengabdi untuk Kota Probolinggo ini bukan setahun dua tahun.
Bahkan, ada beberapa yang masa kerjanya lebih dari 10 tahun, namun tak kunjung jelas statusnya. Hal ini dinilainya, perlu langkah strategis dan cepat.
“Gak main-main, jumlahnya lebih dari 1.700 tenaga honorer se-lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, dan hanya 121 orang yang terealisasi bisa diangkat jadi PPPK pada tahun 2024,” ungkapnya.
Melihat kondisi itu, diungkapkan Dokter Aminuddin, dirinya dan Mbak Ina Buchori berkomitmen dalam 12 program prioritas, salah satunya menjamin tenaga honorer menjadi PPPK.
Dalam waktu 2 tahun, dirinya akan berupaya mewujudkan seluruh tenaga honorer bisa diangkat PPPK.
“Kami targetkan 2 tahun pasca-menjabat, semua tenaga honorer statusnya sudah jelas. Kuncinya komunikasi, kolaborasi dan penataan anggaran yang cermat. Termasuk mengejar peningkat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Probolinggo,” tegasnya.
Selain itu, dikatakan Dokter Aminuddin, pihaknya juga menjamin peningkatan honor guru ngaji dan guru sekolah mingguan, kader posyandu, linmas, hingga RT dan RW se-Kota Probolinggo.
“Mereka-merekalah garda terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat jangan sampai nasibnya justru tidak diperhatikan,” ungkap Dokter Aminuddin. (mas/*)
Editor : Muhammad Fahmi