MAYANGAN, Radar Bromo-Pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo cukup sibuk hingga jam terakhir. Beberapa saat, sebelum pendafataran ditutup Kamis malam (29/8) jelang dinihari, pasangan calon (paslon), Sri Setyo Pertiwi dan Muhammad Rachman mendaftar.
Pasangan yang mengusung akronim SETIAMU ini diusung oleh PDIP. Pendafatarannya pun berjalan lancar dan dinyatakan lengkap oleh KPU Kota Probolinggo.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Paslon SETIAMU tiba di kantor KPU sekitar pukul 22.30.
Mereka berangkat dari kantor DPC PDI Perjuangan Kota, dengan iring-iringan pendukung dan kader partai pendukung, PDI Pejuangan.
Nampak ikut dalam rombongan, pengurus DPW PDIP Jatim Edy Paripurna, ketua DPC PDIP Kota Probolinggo Nasution, jajaran anggota DPRD dari PDIP dan pengurus DPC lainnya.
Ning Tiwi –sapaan akrab Sri Setyo Pertiwi- dalam konferensi pers mengungkapkan, keputusannya maju di Pilwali Probolinggo sudah bulat.
Ning Tiwi memaparkan, ia memilih sosok M Rachman sebagai pasangan calon wakil wali kota dengan banyak pertimbangan.
Salah satunya, M Rachman dinilai sudah populer dan tidak asing lagi di tengah masyarakat, khususnya Kota Probolinggo.
Sebab, M Rachman merupakan mantan petinju. Prestasinya pun cukup mentereng. Ia pernah beberapa kali menjadi juara.
Tak tanggung-tanggung, pria kelahiran 23 Desember 1971 itu juga pernah menyabet gelar juara dunia kelas terbang mini 47,6 kilogram versi IBF dan WBA!
”Memilih Rachman sebagai calon wakil walikoa, karena dia sudah populer di Kota Probolinggo. Atlet itu sportif dan komitmen orangnnya,” jelas Ning Tiwi.
Tiwi menerangkan, keputusan maju pilwali Kota Probolinggo, tentunya dengan target bisa menang besar.
Ning Tiwi berjanji bakal berupaya menjadikan Kota Probolinggo maju dan masyarakatnya sejahtera bila terpilih.
Menurut Ning Tiwi, saat ini kasus stunting di Kota Probolinggo masih tinggi, tertinggi kedua di Jatim.
Tentunya, kondisi itu dijelaskan karena masyarakat masih kurang sejahtera.
”Kami nanti akan jadikan Pemkot bekerjasama dengan pelabuhan international. Sehingga, dapat menambah PAD (pendapatan asli daerah) dan mensejahterakan ekonomi masyarakat Kota Probolinggo,” janjinya.
Diketahui, jalan Ning Tiwi maju di Pilwali Probolinggo cukup berliku. Sebelumnya, ia sempat dipasangkan dengan incumbent Habib Hadi hingga mendapat rekom dari PDIP.
Namun, di tengah jalan, Habib Hadi menolak rekomendasi dipasangkan dengan Ning Tiwi. Koalisi PKB-PDIP pun pecah.
Habib Hadi lantas menggandeng Zainal Arifin yang merupakan sekretaris DPC PKB Kabupaten Probolinggo.
Sementara Ning Tiwi maju sendiri sebagai calon wali kota dengan menggandeng M Rachman. (mas)
Editor : Muhammad Fahmi