BANGIL, Radar Bromo - Sikap Shobih Asrori yang belot dari keputusan PKB, disebut-sebut bukan sesuatu yang tiba-tiba.
Perebutan kursi pimpinan dewan ditengarai menjadi muasal, sehingga dia memilih jalan yang cukup berisiko terhadap karirnya sebagai politisi PKB.
Sumber di internal PKB menyebutkan, selama ini Gus Shobih berharap dirinya ditunjuk sebagai pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan.
Itu, lantaran PKB meraih kursi terbanyak dengan 14 kadernya berhasil lolos ke gedung parlemen daerah.
Sehingga, PKB berhak menempatkan kadernya sebagai ketua DPRD.
Di samping itu, perolehan suara Gus Shobih di Dapil 2 juga cukup signifikan dengan meraih 12.665 suara.
Hanya saja, nama Gus Shobih bukan satu-satunya yang diusulkan ke DPP PKB sebagai kandidat pimpinan DPRD.
Ada nama lain yang juga diusulkan oleh partai. Yaitu, Samsul Hidayat dengan perolehan suara tertinggi di Dapil 1 dari PKB. Kemudian Abd. Karim, Yusuf Daniyal, dan Wasik Rahman.
"Dia lalu memilih, kalau tidak dijadikan ketua dewan, mending nyalon," ujar sumber tersebut.
Namun, rumor itu diklarifikasi Ketua Dewan Syura DPC PKB K.H. Mujtaba Abdusshomad usai konferensi pers terkait pemecatan Gus Shobih, Selasa (20/8).
Menurutnya, partai sudah memberi kesempatan yang sama bagi kader terbaiknya untuk diusulkan sebagai pimpinan DPRD.
"Ndak. Kan sudah diusulkan oleh DPC PKB. Prosesnya memang ada uji kelayakan dan kepatutan," kata Gus Taba, sapaannya.
Bahkan, Gus Shobih sendiri sempat mengikuti tahapan tersebut dengan beberapa kader yang lain.
Tetapi, Gus Taba menduga Gus Shobih diam-diam bermanuver dengan bakal calon bupati dari luar PKB. Hingga puncaknya mendapat rekomendasi sebagai bacawabup dari Partai Gerindra.
Saat tabayun pekan lalu, Dewan Syura juga menyampaikan agar Gus Shobih tetap dalam komitmen PKB memenangkan Gus Mujib pada kontestasi pilkada.
"Beliau menjawab semua masih belum pasti. Bisa iya (maju sebagai bacawabup), bisa tidak. Rupanya memang sudah main mata," kata Gus Taba.
Namun, PKB tidak bisa menerima begitu saja ketika Gus Shobih sudah memilih menjadi bacawabup dari partai lain.
Padahal, kesenioran Gus Shobih di PKB sudah cukup diakui. Bahkan, Gus Taba mengakui dirinya sempat berpikir untuk menyodorkan nama Gus Shobih sebagai ketua tanfidz DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
"Kami sempat punya angan-angan ke arah sana. Melihat keseniorannya di partai, sudah pantas,” katanya.
“Tapi, mungkin dia yang nggak telaten, di samping juga terlalu banyak rayuan, ya wajar saja, namanya manusia," bebernya. (tom/hn)
Editor : Abdul Wahid