KRAKSAAN, Radar Bromo –Meninggalnya Mohammad Haerul Amri membuka kesempatan bagi kader NasDem lain untuk menggantikannya menjadi anggota DPR RI.
Baik sebagai anggota Komisi X DPR RI. Juga sebagai caleg DPR RI terpilih dalam Pemilu 2024.
Gus Aam –sapaan akrab almarhum- sendiri merupakan anggota DPR RI aktif dan menyisakan masa jabatan 5 bulan.
Dengan begitu, pergantian antar waktu (PAW) bakal disiapkan untuk mengisi kekosongan posisi Gus Aam di DPR RI.
Ketua DPC NasDem Kabupaten Probolinggo H Rifa’i membenarkan, masa jabatan gus Aam masih tersisa 5 bulan.
Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah sistem PAW masih diperbolehkan untuk mengganti posisi yang ditinggal almarhum.
“Kami (pihak partai) masih menunggu informasi. Bisa atau tidak dengan sistem PAW ini,” katanya, Selasa (7/5).
Apabila bisa dilakukan PAW, maka kader NasDem yang akan mengganti posisi almarhum sebagai anggota DPR RI adalah Rahma Sarita.
Rahma merupakan caleg DPR RI Dapil II Jatim (Probolinggo-Pasuruan) pada 2019, sama dengan Gus Aam.
“Kalau ada, pengganti almarhum yaitu suara terbanyak di bawahnya atau suara banyak kedua. Yakni Ibu Rahma Sarita,” ujarnya.
Di sisi lain, Gus Aam juga meninggalkan posisi sebagai caleg DPR RI terpilih periode 2024-2029. Untuk posisi ini menurut Rifa’i, pihaknya juga menunggu mekanisme yang ada.
Namun, Rifa’i memasitkan bahwa caleg NasDem dengan suara kedua terbanyak di Dapil II Jatim diraih Dini Rahmania, warga Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Posisi selanjutnya Aminurokhman.
Sesuai data rekapitulasi dari DPP NasDem, Gus Aam mendapat total suara 56.292 saat Pileg 2024 pada Februari lalu. Sedangkan di urutan kedua yakni Dini Rahmania yang memperoleh 42.545 suara. Dan suara terbanyak ketiga adalah mantan wali kota Pasuruan ialah Aminurokhman dengan 24.749 suara.
“Sejauh ini suara kedua (Dini,red). Nah bagaimana mekanismenya, nanti dilakukan oleh DPW dan DPP,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Aliwafa mengatakan, sejauh ini KPU RI belum melakukan penetapan caleg terpilih DPR RI. “Jadi saat ini belum ada penetapan untuk DPR RI. Karena masih ada sengketa Pileg di MK,” katanya.
Dengan Begitu menurutnya, posisi Gus Aam untuk jabatan DPR RI periode 2024-2029 dapat langsung diganti, tanpa proses PAW.
Pergantian ini ada pada ranah parpol, apakah akan langsung diproses atau menunggu penetapan anggota DPR RI.
“Sesuai dengan peraturan yang ada, pada prinsipnya kalau belum ditetapkan, tidak perlu PAW. Kalau sudah ditetapkan, baru perlu PAW. Berbeda dengan jabatan yang saat ini menyisakan 5 bulan, harus PAW,” ujarnya.
Jawa Pos Radar Bromo juga mengonfirmasi Dini Rahmania melalui sambungan selular.
Namun, putri dari Hasan Aminuddin itu masih enggan memberikan penjelasan. Menurutnya, pihaknya masih berkabung atas meninggalnya Gus Aam sebagai salah satu kader terbaik NasDem.
“Kami masih berduka. Saat ini di Ponpes Hati (yang diasuh Dini), kami adakan tahlil bersama untuk Mas Aam. Beliau sosok yang luar biasa baik. Karena itu, kami sangat kehilangan,” terangnya.
Perihal suara terbanyak kedua, Dini juga enggan berkomentar banyak. Menurutnya, dirinya menyerahkan prosesnya kepada KPU dan parpol.
“Kami serahkan prosesnya kepada KPU dan Parpol seperti apa. Yang jelas saat ini kami masih dalam suasana berduka,” ujarnya. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi