BANGIL, Radar Bromo - Proses penghitungan suara hasil pesta demokrasi memang masih berlangsung.
Namun komposisi kursi parlemen daerah di Kabupaten Pasuruan kemungkinan besar bakal berubah.
Kendati rekapitulasi suara baru sampai di tingkatan kecamatan, partai-partai yang berhasil mendudukkan kadernya di kursi legislatif sudah bisa diprediksi.
Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Pasuruan Raya Winaryo Sujoko mengatakan, coblosan 14 Februari lalu mengubah peta kekuatan parlemen daerah. Perebutan kursi paling ketat menurutnya terjadi antara PKB dengan Partai Gerindra.
Dari penghitungan JaDI, kursi yang akan didapat PKB turun dari 15 menjadi 13 kursi. Sementara Gerindra berhasil menambah kursi dari 7 menjadi 11 kursi.
”Jadi untuk 2024 ini meskipun PKB tetap memimpin, tapi dia turun. Gerindra justru bertambah 3 kursi. Artinya, ada kenaikan signifikan Gerindra. Dan bila dimaknai secara politik, persentase kemenangan pemilu legislatif di Kabupaten Pasuruan ada pada Gerindra meskipun peringkat dua,” kata Winaryo.
Ia juga mengungkap, beberapa partai politik yang diperkirakan jatah kursinya bertambah. Antara lain PKS yang lonjakannya 100 persen.
Kemudian Demokrat naik 200 persen. Adapun perolehan kursi PPP dan Nasdem diprediksi bakal turun. Sedangkan PDIP tetap stabil.
”Namun apapun itu, kita semua harus tetap menunggu hasil resmi dari KPU,” kata lelaki yang juga mantan Ketua KPU Kabupaten Pasuruan tersebut.
Kendati demikian, Winaryo memastikan perhitungan yang dilakukannya tidak banyak berubah.
Sebab acuan datanya diambil dari Sirekap milik KPU. Dengan persentase data yang masuk mendekati 97 persen.
”Artinya kalaupun ada perubahan, tidak begitu signifikan dan tidak banyak mengubah komposisi perhitungan versi kami,” kata Winaryo.
Misalnya saja di Dapil 3, menurut Winaryo, persaingan ketat antara Hanura dan Nasdem.
Ia memperkirakan dengan perolehan suara Hanura, kecil kemungkinan akan mendapat kursi. Sehingga kursi terakhir diperkirakan menjadi jatah Nasdem.
”Begitu juga di Dapil 2 misalnya, Nasdem dengan sekitar 8.200 suara, sementara pkb 8.417. Jadi seandainya sisa 3 persen, data yang belum masuk itu menambah suara Nasdem, tidak banyak mengubah keadaan. PKB tetap dua kursi dan Nasdem 1 kursi,” kata Winaryo.
Ia juga mencatat dalam perhitungannya, Partai Gelora menjadi new comer lantaran berhasil mengantarkan salah satu kadernya.
Nasib berbeda dengan Partai Hanura yang justru harus kehilangan satu-satunya kursi parlemen yang selama ini dimiliki.
Winaryo mengatakan, perhitungan kursi yang dilakukan juga berdasarkan metode Sainte Lague yang sudah diterapkan sejak Pemilu 2019 lalu. Metode tersebut menentukan perolehan kursi partai politik di parlemen didasarkan pada perolehan suara terbanyak partai politik dari hasil pembagian yang diurutkan sesuai dengan alokasi kursi setiap dapil.
”Metode yang kami gunakan sama juga dengan menggunakan bilangan pembagi suara berangka ganjil. Bahkan ada dua dapil yang pembagiannya sampai bilangan lima saking banyaknya suara yang didapat,” kata dia.
Di sisi lain, sejumlah ketua partai politik menyebut, masih menunggu proses penghitungan KPU.
Walaupun data bisa dilihat dari Sirekap, kemungkinan hasil penghitungan dari KPU masih bisa merubah perolehan suara.
Seperti yang diungkapkan Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan Irsyad Yusuf. Dia belum berani memastikan perolehan kursi yang mungkin didapat partainya.
Secara aturan, pihaknya menghargai lembaga penyelenggaran yang sampai saat ini masih bekerja.
Termasuk merekapitulasi hasil pemungutan suara yang dilangsungkan beberapa hari lalu.
”Masih belum bisa kami simpulkan, karena sampai saat ini, rekap data dari saksi kami di seluruh kecamatan belum final,” bebernya.
Disinggung soal perolehan kursi PKB yang turun dari pemilu sebelumnya, Irsyad menyebut, hasil suara pemilu saat ini sedikit banyak terpengaruh dari persaingan yang ketat.
“Kader maupun caleg dari PKB juga pasti sudah berupaya untuk meraih suara terbanyak. Pemilu kali ini begitu ketat,” beber Irsyad Yusuf melalui sambungan seluler.
Hal yang sama diungkapkan Andri Wahyudi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan. Dia juga memprediksi perolehan kursi partainya tak berubah dari pemilu sebelumnya yakni 8. Diapun bersyukur kader partainya masih mendapat kepercayaan dari masyarakat.
“Namun memang, di pemilu kali ini ada pengaruh dari kontestasi nasional (pilpres). Tapi kami sudah berupaya,” beber AW panggilannya.
Senada yang diungkapkan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pasuruan Rusdi Sutejo.
Lelaki yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan tersebut belum banyak bicara angka.
Baik perolehan suara maupun kursi yang kemungkinan menjadi hak partai besutan Prabowo Subianto itu.
”Secara angka pasti menunggu KPU ya, tetapi di internal kami memang sudah menghimpun data dari masing-masing TPS,” kata Rusdi.
Berdasarkan data yang dimilikinya, Rusdi mengaku bersyukur kepercayaan masyarakat terhadap partainya mengalami peningkatan.
Bahkan besar kemungkinan jatah kursi Gerindra di parlemen daerah akan bertambah.
”Melihat data yang ada, memang diperkirakan bertambah. Salah satunya di dapil 2 yang cukup signifikan,” katanya.
Hingga kemarin, proses rekapitulasi di tingkat kecamatan masih digelar di Kabupaten Pasuruan. Rekapitulasi berjalan aman dan kondusif. (tom/fun)
Editor : Jawanto Arifin