Dr. HM. Irsyad Yusuf, SE, MMA lahir pada 10 November 1970 bertepatan dengan Hari Pahlawan. Putra daerah asli Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur ini dilahirkan di tengah keluarga berlatar belakang santri.
Gus Irsyad yang merupakan panggilan akrab dari Irsyad Yusuf ini merupakan putra keempat dari pasangan H.A. Yusuf Cholil dan Hj Solihah. Ibunda dari Gus Irsyad merupakan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. Bisri Syamsuri dan memiliki nasab ke atas sampai kepada Joko Tingkir.
Garis keturunan dari sang ayah merupakan keturunan dari Mbah Slagah atau Kyai Hasan Sanusi, yang merupakan penyebar Islam di Pasuruan. Kendati dilahirkan di tengah lingkungan pesantren, dia tetap menjunjung nilai-nilai nasionalis yang telah ditanamkan oleh kedua orangtuanya. Sosoknya dikenal sebagai seorang santri yang nasionalis. Dia juga akrab dengan organisasi NU.
Saat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Irsyad dikirim orang tuanya ke kota santri Jombang. Selama 1 tahun Irsyad menjadi santri yang mengaji ke KH. Iskandar yang tak lain adalah Ayah dari A. Muhaimin Iskandar (Ketua Umum DPP PKB). Bahkan, semasa ia nyantri di Jombang ia menempati rumah KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Denanyar.
Kemudian melanjutkan S-1 di Universitas Muhammadiyah Malang pada Fakultas Ekonomi Lulus tahun 1996. Pria yang jarang terlepas dari sarung dan kopyah ini kemudian menjadi karyawan PT. BPR Adhi Purwo Purwosari sampai dengan tahun 1997. Dan kemudian berkiprah di organisasi dan berpolitik sampai menjabat Bupati Kabupaten Pasuruan 2 periode.
Aktif di Berbagai Organisasi, Komandan Banser dan Alumnus LEMHANNAS RI
Moncernya karir politik Gus Irsyad, diakui sejak berkhidmah di Nahdlatul Ulama (NU). Selama ini, ia memang mengabdikan diri di organisasi Islam terbesar di dunia ini. Sejak remaja, telah masuk badan otonom Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Bahkan, hingga kini tetap aktif dan berkhidmat untuk NU. Baik di badan otonom maupun di NU.
“Nadhlatul Ulama adalah rumah kedua saya, di mana menggembleng saya menjadi seorang yang berkepribadian dan memiliki jati diri,” ungkapnya.
Gus Irsyad juga mengembangkan talenta berorganisasinya di NU. Bakat sebagai aktifis organisasi mulai tampak saat ia menjadi mahasiswa. Di tahun 1999 Irsyad didapuk menjadi Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan.
Gus Irsyad merupakan kader tulen NU yang sukses mengabdi. Ini dibuktikan dengan beberapa jabatan yang diamanahkan seperti Ketua PC. IPNU, Wakil Ketua PW. IPNU Jawa Timur, Anggota DPRD, Kasatkorwil Banser Jatim, Wasatkornas Banser, sampai menjabat Bupati Pasuruan dua periode. Nahdlatul Ulama (NU) telah sukses mendidik dan membentuk karakter Irsyad Yusuf hingga menjadi sekarang ini dan itu semua tidak lepas dari berkah atas pegabdiannya kepada organisasi ini.
Selain itu Gus Irsyad tahun 2010 terpilih untuk mengikuti Diklat Program Pemantapan Pimpinan Daerah di Lemhannas RI yang bertujuan untuk memantapkan karakter yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, berpikir strategis serta terampil dalam memecahkan masalah pembangunan nasional di tingkat daerah.
Pimpin Partai Politik Termuda dan Bupati 2 Periode
Di dunia politik, Gus Irsyad bukan politisi instan. Dia mengawali karir politiknya di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sejak tahun 1998. Diawali dengan pengurus ranting Kelurahan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Melalui PKB, Gus Irsyad menjadi anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan dan Bupati Pasuruan 2 periode.
Karir politiknya terbilang moncer. Dari wakil ketua ranting, pada 2002, naik jabatan menjadi ketua PAC PKB Purwosari. Dua tahun kemudian, partainya mendorong Gus Irsyad mendaftarkan diri menjadi calon legislatif (caleg). Hasilnya, terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.
Selama periode pertama menjadi dewan, Gus Irsyad hanya sebagai anggota. Setelah lolos pada pemilu legislatif periode berikutnya yakni 2009, ia didapuk ketua DPRD Kabupaten Pasuruan.
“Setelah itu saya menjadi Ketua DPC PKB Tahun 2010. Jadi, memang karir politik saya mulai dari bawah,” jelasnya. Tercatat Gus Irsyad menjabat sebagai Ketua DPC PKB hingga 3 periode dan menjadi pemimpin partai politik termuda kala itu.
Bahkan di tengah kesibukannya saat menjadi ketua DPRD Kabupaten kala itu, Gus Irsyad mengambil Program Magister di UPN Surabaya Magister Agribisnis (S-2) Lulus Tahun 2013.
Berbekal kapasitas dan pengalaman di DPRD, bapak 3 anak ini akhirnya di tahun 2013 mengikuti kontestasi Pemilihan Kepada Daerah Kabupaten Pasuruan. Dia terpilih dan dilantik menjadi Bupati Pasuruan untuk masa bakti 2013-2018.
Selama menjadi bupati pada periode pertama, banyak prestasi yang ia raih. Sehingga mendapatkan julukan Bupati Santri yang Ber-Prestasi. Kemudian terpilih kembali menjadi Bupati Pasuruan untuk yang ke-dua kali masa bhakti (2018-2023).
Di sela-sela kesibukannya sebagai bupati, tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri, akhirnya mengambil program Doktor Ilmu Lingkungan pada Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang, dengan Judul Disertasi Pengembangan Kopi Kapiten dalam membangun brand Kabupaten Pasuruan sebagai daerah atau kawasan agropolitan yang dirintis bertahun-tahun untuk menjadi brand nama kopi di Kabupaten Pasuruan.
Dalam menempuh masa studi selama dua tahun sepuluh bulan, ia berhasil meraih prestasi tertingginya di bidang akademik dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yaitu 4.0. (predikat Summa Cumlaude). Dia juga ditetapkan menjadi wisudawan terbaik pada Upacara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode V Tahun Akademik 2022/2023.
Pecinta Sepak Bola, Offroad, Musisi, Pencipta Lagu, dan Ketua IKA-UMM
Saat menjabat bupati dan aktif di berbagai organsiasi, Gus Irsyad memiliki segudang kegemaran dan hobi. Salah satunya ada hobi bersepakbola. Berbagai event, Gus Irsyad rutin dan sangat menikmati bermain sepak bola dan sering menggelar pertandingan sepak bola persahabatan antara FORKOMPIMDA, tokoh ulama.
Gelaran pertandingan sepak bola persahabatan antara Umaro’ dan Ulama semata-mata untuk menjaga jalinan kebersamaan yang telah lama tercipta.
“Ulama itu adalah guru sekaligus penasihat bagi kami. Setiap langkah kami dalam membangun sebuah kebijakan selalu harus mendapat restu dan doa dari para kiai, ulama, habaib. Doa mereka semua Insya Allah diijabah oleh Allah, sehingga kami akan terus menjaga keakraban ini sampai kapanpun,” katanya.
Hobi menantang lainnya yaitu berkuda dan offroad. Menjangkau sebagian wilayah dengan medan menantang, Gus Irsyad menggunakan mobil Jeep 4D yang kemudian menjadi bagian dari hobi yang digelutinya. Hobi offroad ini digelutinya untuk mengenalkan potensi wisata di Kabupaten Pasuruan.
Suara yang merdu dan seringnya tampil saat mengisi jeda kegiatan menjadikan menyanyi merupakan hobinya Gus Irsyad juga. Hobi menyanyikan lagu sudah dilakukannya sejak beliau masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan.
Bahkan, sebagai bentuk apresiasi atas hobi seninya tersebut, Gus Irsyad didaulat sebagai Ketua Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Pasuruan.
Tidak hanya menyanyi, Irsyad Yusuf juga terbukti mampu menciptakan sejumlah lagu dangdut antara lain Pasuruan Gumuyu yang diciptakan bersama Sodiq. Gus Irsyad juga dikenal sebagai Pendiri dan Pembina Musik Sholawat Padhang Howo dan Pendiri dan pembina majelis sholawat Al Maslahah.
Selain itu, Gus Irsyad dipercaya menjadi Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama 2 periode. Pria yang kerap disapa Gus Irsyad mengatakan, sudah seharusnya IKA UMM semakin maju dan berjaya. Salah satu caranya dengan memberdayakan puluhan ribu alumni yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Jika silaturahmi terjaga dan kuat, tentu akan mudah untuk saling bahu-membahu menebar manfaat untuk Agama, Bangsa dan Negara,” katanya. (*)