Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Anies-Muhaimin Temui Kiai di Pasuruan, Janji Hijrah dari Keterkungkungan Jadi Negara Mandiri

Muhamad Busthomi • Sabtu, 30 September 2023 | 01:29 WIB
MINTA RESTU: Anies Baswedan dan Cak Imin dengan sarung di pundaknya saat silaturahmi bersama para kiai, nyai, dan tokoh masyarakat di Pasuruan, (28/9). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
MINTA RESTU: Anies Baswedan dan Cak Imin dengan sarung di pundaknya saat silaturahmi bersama para kiai, nyai, dan tokoh masyarakat di Pasuruan, (28/9). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

 

 

WONOREJO, Radar Bromo- Calon Presiden dan Wakil Presiden dari poros Koalisi Perubahan, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar bertemu dengan para kiai di Pasuruan, Kamis (28/9). Kunjungannya untuk meminta restu dalam menghadapi Pilpres 2024.

Anies dan Muhaimin tiba di lingkungan pesantren Al Yasini beberapa saat sebelum azan magrib berkumandang. Ratusan santri dan ulama menggemakan salawat dengan iringan hadrah menyambut kedatangan mereka.

Pengasuh Ponpes Terpadu Alyasini K.H. Abdul Mujib Imron mengatakan, sudah tidak ada keraguan dalam mendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam Pilpres 2024. Menurut Gus Mujib–sapaan akrabnya–Anies merupakan seorang intelektual terbaik bangsa yang berniat memberikan kontribusi pada negara. Begitu pula Gus Muhaimin yang sudah tidak diragukan lagi perjuangannya sebagai santri maupun di dunia aktivis.

”Jangan ada lagi yang meragukan Pak Anies Baswedan. Kiai-kiai Pasuruan sepakat?” teriak Gus Mujib yang disahuti para undangan.

Dia juga meyakinkan Anies dan Muhaimin mengenai dukungan para kiai dan masyayikh akan satu suara. Pihaknya siap menepis keraguan masyarakat terhadap isu-isu yang berkembang.

Salah satunya isu radikalisme yang lekat dengan Anies Baswedan. Lebih-lebih, adanya figur Gus Muhaimin yang mendapat julukan panglima santri. Dengan sendirinya akan meredam isu miring akan dua bakal calon tersebut.

”Cukup sekali Gus Imin ke Pasuruan. Selanjutnya, biar kita yang meratakan dukungan untuk kesuksesan bersama pada 2024. Insyaallah (suara) Pasuruan bunder (bulat ke Anies-Muhaimin),” kata Gus Mujib.

Sementara itu, Muhaimin Iskandar bersyukur bisa sowan dengan beberapa kiai di Pasuruan setelah silaturahmi dengan kiai-kiai di Banyuwangi dan Jember. Ia berterima kasih atas restu yang diberikan para kiai di Pasuruan.

Muhaimin juga meminta doa agar senantiasa diberi kekuatan dalam berikhtiar membangun negara. ”Niat kami mendorong hijrah dari keterkungkungan menjadi negara mandiri, tidak menggantungkan negara lain. Santri harus jadi pemain, tidak hanya jadi penonton,” kata Muhaimin.

Dia juga mengungkapkan keputusannya mendampingi Anies Baswedan. Menurutnya, langkah politik PKB didasari berbagai pertimbangan yang matang. Termasuk istikharah dari kiai-kiai sepuh. ”Alhamdulillah istikharah para kiai, kabar langite sae, kabar bumine sae,” ungkap Muhaimin.

Di sisi lain, Anies Baswedan mengungkapkan pencalonannya dalam Pilpres 2024 bukan sekadar mengejar target kemenangan. Melainkan membawa misi yang akan direalisasikan sebagaimana disampaikan Muhaimin, Anies juga mengungkapkan keinginannya mewujudkan persatuan Indonesia yang solid. Menurutnya, persatuan bisa terwujud apabila masyarakat berada dalam suasana keadilan.

”Hari ini banyak timpangnya. Yang berjuang siapa, yang merasakan siapa. Inyaallah misi kita adalah membangun kesetaraan di Indonesia,” ujarnya. (tom/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#cak imin #anies baswedan #muhaiman iskandar #pilpres 2024