PAITON, Radar Bromo - Anies Baswedan salah satu bakal calon presiden, datang ke Probolinggo. Selasa (8/8) dua mengunjungi ke ponpes Nurul Qodim, Paiton. Kedatangannya untuk menyambung silaturahmi dengan pengasuh ponpes yang sudah lama terbangun.
Kunjungan Anies ponpes Nurul Qodim disambut ribuan santri. Bahkan, Anis sempat melakukan dialog terbuka dengan para santri di Kantor Aliansi Ulama Tapal Kuda (Autada) ponpes.
Anies mengaku bahwa tali silaturahmi dengan pesantren yang terkenal dengan grup salawatannya ini, telah terajut sejak almarhum KH Hasan Abdul Jalal, pengasuh sebelumya. Sehingga kedatangannya kali ini untuk menyambut silaturahmi dengan para penerus pesantren tersebut.
“Sudah diteruskan oleh putra-putrinya. Jadi untuk meneruskan silaturahim yang sudah terjalin,” katanya.
Dia juga mengaku, untuk meminta doa dan restu kepada santri di sana. Namun Anis tak menyebut secara gamblang, doa dan restu apa yang ia minta.
“Tadi (kemarin, red) juga mohon doa, ngobrol dengan para santri, bercerita dengan santri pentingnya belajar,” ujarnya.
Saat melakukan dialog bersama santri, Anies menilai, para santri memiliki kepekaan yang sangat tinggi. Santri dinilainya memliki pemikiran yang mengikuti kebutuhan zaman. Terbukti dari sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.
“Dari bagaimana perempuan dalam karir politik, pendidikan, dan pekerjaan. Pertanyaan menunjukkan bahwa mereka ikuti perkembangan jaman,” jelasnya.
Sementara itu, pengasuh Ponpes Nurul Qodim KH. Hafidzul Hakiem Noer membenarkan, bahwa kunjungan Anies untuk merajut silaturahmi. “Tidak ada pesan tersembunyi, hanya minta doa saja, dan pembahasannya hanya seputar santri. Saya harap dengan adanya pilpres ini dibuat kondusif, saling legowo, dewasa, tidak caci maki untuk menjadikan Indonesia lebih baik,” katanya. (mu/fun)
Editor : Ronald Fernando