Zulmi bakal jadi ketua organisasi sayap PDIP, yaitu DPC Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Probolinggo. Bahkan, Zulmi turut hadir saat acara tiga pilar partai di kantor DPC PDIP Kabupaten Probolinggo di Kecamatan Dringu, Jumat (8/4) malam. Acara itu dihadiri Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari Biso Warno.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Probolinggo Edi Susanto mengatakan, Zulmi memang memutuskan bergabung dengan PDI-P. Bahkan, Zulmi tengah mengurus keanggotaannya sebagai kader PDIP.
https://radarbromo.jawapos.com/news/09/04/2022/zulmi-noor-hasani-putra-hasan-aminuddin-berlabuh-ke-pdip/
”Iya, Zulmi sudah menghadap dan ketemu saya. Zulmi memastikan diri untuk bergabung dalam PDIP,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Edi sebagai ketua DPC PDIP juga telah menerima niatan Zulmi untuk menjadi anggota partai PDIP. Bahkan, menurutnya saat ini Zulmi sedang mengurus keanggotannya di partai PDIP.
“Kami sudah menerima dan akan memasukkan dua sebagai Ketua DPC Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Probolinggo, organisasi sayap PDIP,” tuturnya, Sabtu (9/4) pagi.
Sebelumnya, nama Zulmi banyak disebut sebagai salah satu bakal calon dalam pemilihan bupati Probolinggo tahun 2024. Selain Nasdem, Zulmi juga sempat menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol. Di antaranya, ia pernah datang ke kantor DPC PPP pada 2021. Setelah orang tuanya Hasan Aminuddin dan Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari terkena OTT KPK, kabar Zulmi sebagai bacabup itu pun tiba-tiba hilang.
Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari Biso Warno menegaskan, PDIP membuka lebar pada siapapun yang ingin masuk. Di mana saja, baik itu tokoh pemuda, perempuan, tokoh agama, dan tokoh lainnya.
“Zulmi sendiri tokoh pemuda. Aaat ada keinginan untuk masuk dalam PDIP, ya tentu diterima dengan baik. Nanti akan dicek, apakah dia (Zulmi) sudah dapat KTA partai apa belum. Yang pasti, Zulmi sudah senang dan ingin di PDIP,” tuturnya pada jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Ditambahkan Sri Untari, PDIP membutuhkan regenerasi. Saat ini, banyak kader yang sudah senior dan membutuhkan regenerasi. Karena itu, bila generasi muda masuk dalam PDIP, hal itu akan baik.
“Zulmi ini masuk sosok milineal dan berpotensi. Kehadiran Zulmi sudah memastikan pilihannya mau kemana. Itu setelah zulmi melihat profil dan visi misi PDI Perjuangan, model kerjanya dia (Zulmi) cocok. Kami menerima terbuka itu,” terangnya.
Sugianto, salah satu anggota DPD Nasdem Kabupaten Probolinggo menegaskan, hingga saat ini Zulmi belum pernah terdaftar sebagai anggota ataupun pengurus Partai Nasdem. Bahkan, dipastikan Zulmi tidak memiliki KTA Partai Nasdem.
”Zulmi belum menjadi kader Partai Nasdem. Karena, Zulmi belum masuk sebagai anggota atau pengurus Partai Nasdem,” kata ketua DPD Garda Pemuda Nasdem Kabupaten Probolinggo itu.
Aan-sapaan akrab anggota DPRD Kabupaten dari Fraksi Basdem itu mengungkapkan, perihal Zulmi yang sempat diusulkan sebagai bacabup Probolinggo mendatang, itu bukan karena sebagai kader. Tetapi usulan calon dari sisi ketokohan. Namun, hingga saat ini tidak ada pembahasan mengenai Zulmi akan maju dalam Pilbup Probolinggo 2024.
”Zulmi itu usulan calon dari sisi ketokohan. Sehingga, dia juga bebas berkegiatan dengan siapa saja. Baik dinas ataupun partai lain. Politik itu dinamis. Tapi sampai saat ini, tidak ada pembahasan yang menyampaikan bahwa Zulmi akan maju di tahun 2024,” tegasnya.
Terpisah, Zulmi belum dapat dikonfirmasi sampai berita ini diturunkan. Saat dihubungia via telepon, teleponnya tak kunjung aktif. Jawa Pos Radar Bromo sudah berupaya mengonfirmasi dengan menghubungi orang dekat Zulmi. Orang dekat Zulmi ini berjanji akan menyampaikan pada Zulmi. Namun, ternyata belum ada respons juga. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin