Hal itu disampaikan dr H. Mufti Aimah Nurul Anam, ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur dalam pelatihan kemahasiswaan Universitas Terbuka (UT) Jember, Kamis (15/11). Acara yang digelar di masjid Ponpes Syekh Abdul Qodir Al Jailani (SAQA) Rangkang, Kecamatan Kraksaan, itu bertema job seeking strategies.
Pada acara itu, dr Mufti banyak mengupas tentang cara membangun bisnis. Pria yang juga akrab dipanggil Gus Mufti itu menyebut, dalam membangun bisnis harus memiliki karakter entrepreneur (wirausaha).
Dokter Mufti juga mencontohkan empat tokoh pebisnis yang sukses di dunianya. Di antaranya, Mark Zuckenberg, pendiri Facebook dan Steve Jobs, pendiri Apple. Termasuk, pengusaha terkenal dari Tiongkok, Jack Ma dan pengusaha sukses dari Indonesia , Khairul Tanjung. Menurutnya, keempat pebisnis itu punya kesamaan. Mereka sama-sama memiliki karakter entrepreneur.
“Karakter entrepreneur ada empat. Yakni, melihat masalah sebagai peluang, menghargai proses, mudah berkolaborasi, dan inovatif. Selain itu, bisnis juga harus bisa memberi nilai tambah, termasuk bagaimana kemasannya, branding-nya, dan lokasinya,” ujar pria yang aktif di kepengurusan Kamar Dagang Industri (Kadin) Jawa Timur itu.
Selain pokok materi, dr Mufti juga memberikan motivasi kepada peserta. Ia mengungkapkan, sejak SD sudah belajar berjualan. Itu, tidak terlepas dari kondisi ekonominya saat itu. Seperti berjualan mainan stiker dan sarung. Modalnya dari uang saku. Begitu juga di SMP dan SMA, Mufti berjualan makanan ringan, sarung, baju, tas, busana muslim, hingga membuka distro.
“Sambil berkuliah saya mulai merintis berbagai macam usaha, termasuk sarung. Sarung yang saya jual kali ini, sarung khusus partai. Jadi, harus ada pembeda. Inovatifnya di situ,” ujar pria yang pernah mondok di Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo itu.
Menurutnya, bisnis tidak butuh modal besar dan keterampilan. Dalam berbisnis yang harus dipegang adalah kemauan. Salah satu caranya dengan berkolaborasi dan membangun hubungan baik dengan siapapun dalam kondisi apapun.
“Kepercayaan adalah modal penting, jangan sekali-kali berbohong apalagi menipu dalam berbisnis,” ungkap pengusaha muda itu.
Pelatihan sendiri digelar atraktif. Usai menyampaikan materinya, dr Mufti juga mengajak peserta untuk melakukan tanya jawab. Sejumlah pertanyaan dilontarkan oleh mahasiswa UT Jember.
“Kami undang dr Mufti sebagai narasumber karena beliau seorang profesional di bidang entrepreneur. Harapan kami, beliau bisa berbagi ide, pengetahuan, pengalaman kepada mahasiswa,” ujar Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, direktur UT Jember.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan pembinaan kepada mahasiswa yang dilakukan tiap semester. Tujuannya, untuk mengembangkan bakat mahasiswa, termasuk membangun bisnis.
“Mereka ini adalah mahasiswa bidik misi. Harapan ke depan mereka bukan mencari pekerjaan, tapi bagaimana bisa menciptakan pekerjaan,” pungkasnya. (uno)
Editor : Muhammad Fahmi