Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan H.M. Rusdi Sutejo dan H.M. Sobih Asrori mendaftar ke KPU Kabupaten Pasuruan di hari kedua pendaftaran calon kepala daerah, Rabu (28/8). Pasangan yang dikenal dengan jargon Mas Rusdi — Gus Shobih ini didukung ribuan pendukungnya sejak beangkat dari Kancil Mas, Bangil, menuju ke Kantor KPU Kabupaten Pasuruan.
PEMBERANGKATAN paslon dimulai dari Posko Pemenangan di Kancil Mas, Bangil. Kemudian dilakukan seremonial dan doa bersama ribuan pendukungnya.
Keduanya dikawal ribuan sepeda motor beramai-ramai menuju ke KPU Kabupaten Pasuruan.
Pasangan dengan slogan Pasuruan Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan ini didukung oleh 13 partai politik. Empat parpol yang duduk di parlemen di antaranya Gerindra, Demokrat, PKS, dan Gelora. Sementara delapan parpol yang mengusung keduanya dari nonparlemen di antaranya PAN, Buruh, Perindo, Ummat, Hanura, PBB, Garuda, PKN, dan PSI.
Ketua KPU Kabupaten Pasuruan Ainul Yaqin menyatakan bahwa berkas pendaftaran Rusdi Sutejo dan Shobih Asrori telah diterima. Pihaknya kemudian melakukan verifikasi sampai seluruh berkas persyaratan dinyatakan lengkap. Tahapan selanjutnya, bapaslon akan mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan.
"Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, bahwa pemeriksaan kesehatan akan dilangsungkan sehari setelah mendaftar di RSPAL dr. Ramelan," katanya.
Usai mendaftar, Mas Rusdi mengaku bersama Gus Shobih ingin membawa perubahan bagi Kabupaten Pasuruan. Dia ingin membawa Pasuruan lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan untuk lima tahun ke depan.
"Saya bersyukur, karena parpol yang tergabung di Koalisi Pasuruan Bersatu ini mendukung saya. Bagi saya, ini adalah kolaborasi yang seimbang untuk membawa perubahan di Kabupaten Pasuruan," katanya.
Calon Bupati Pasuruan .M. Rusdi Sutejo mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang terlibat dan mendukung. Mulai dari partai pengusung dan masyarakat yang antusias ikut hadir dan mengantar pendaftaran ke KPU.
Dia bersama Gus Shobih mohon maaf juga jika ada yang kurang berkenan. Terutama dengan iring-iringan yang menyebabkan kemacetan karena antusiasme pendukung pada pendaftaran hari ini.
“Kami berdua pasangan Rusdi Sutejo – Shobich Asrori sudah bersepakat berbagi tugas bahwa saya (Rusdi sutejo) akan fokus pada percepatan dan akselerasi Pembangunan sedangkan gus Shobich akan berkonsentrasi pada persoalan keummatan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kami Dwi Tunggal tidak lagi mementingkan siapa yang jadi N1 dan N2-nya tetapi lebih kepada keseimbangan dan optimalisasi berbagi peran yang pada akhirnya akan berdampak pada kemajuan, kesejahteraan dan keadilan,” terangnya.
Calon Wakil Bupati Pasuruan H.M. Sobih Asrori juga menjelaskan program-program prioritas yang disebut sebagai peta jalan menuju Pasuruan yang Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan.
“Ada 33 program prioritas yang akan kami lakukan jika kami terpilih. Program prioritas ini sebagai peta jalan menuju Pasuruan yang Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan,” ujarnya.
Gus Shobih menambahkan, ada 33 program prioritas yang disiapkan untuk membawa perubahan di Pasuruan. Ia mengaku fokus pada pengembangan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, serta perbaikan infrastruktur. (eka/*)
33 Program Prioritas Rusdi Sutejo-Shobih Asrori
- Bea siswa untuk santri/siswa berprestasi, olahragawan/pemuda berprestasi, serta bea siswa untuk anak yatim dan anak tidak mampu;
- Klinik kesehatan/ambulans untuk pondok pesantren;
- Santripreneur/wirausahawan baru dan hibah produktif berbasis pondok pesantren;
- Dukungan Pembangunan dan Operasional Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU);
- Bantuan kelembagaan untuk ormas, pondok pesantren, sekolah keagamaan, dan tempat ibadah;
- Peningkatan kesejahteraan pendidik baik formal maupun nonformal;
- Peningkatan kualitas sarana prasarana, akses, serta kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pendidikan dan kesehatan;
- Peningkatan layanan UHC dan ambulans gratis di semua tingkatan pelayanan kesehatan;
- Perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat rentan (orang lanjut usia, anak-anak, fakir miskin, wanita hamil, dan penyandang cacat/disabilitas) serta peningkatan pendapatan masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah;
- Merdeka Pupuk, Petani Milenial, Eco Farming dan Pengembangan teknologi pertanian untuk petani;
- Penataan kawasan kumuh/kawasan nelayan dan pembangunan Infrastruktur pendukung (tambatan perahu, tangkis laut, dan sarana pendukung lainnya) untuk petani tambak dan nelayan;
- IPAL komunal, bio gas, dan mandiri pakan untuk peternak;
- Peningkatan infrastruktur jalan menuju pusat-pusat produksi pertanian, peternakan, dan perikanan serta dukungan infrastruktur menuju daerah wisata;
- Pembangunan/pengadaan sarana pendukung dalam rangka mengatasi banjir yang terintegrasi dari hulu sampai hilir;
- Pencarian sumber mata air baru dan pipanisasi air bersih (PPAB) untuk mengatasi kebutuhan air bersih di daerah kekurangan air;
- Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk desa secara merata;
- Peningkatan kesejahteraan ASN dan aparatur pemerintahan desa (Perangkat Desa, RT/RW, Kader Desa, Linmas dan BPD)
- Penciptaan lapangan kerja baru dengan memprioritaskan tenaga kerja asli Pasuruan;
- Kemudahan perizinan berusaha dan menjaga hubungan industrial yang harmonis dan saling menguntungkan;
- Pengembangan Pusat lembaga sertifikasi profesi berbasis kebutuhan dunia kerja baik nasional maupun internasional;
- Pembangunan Pasuruan Coaching and Creativity (Pusat pelatihan dan kreativitas) dalam rangka pengembangan kreativitas anak muda, optimalisasi ekonomi kreatif dan sertifikasi produk unggulan/produk UMKM;
- Usaha mikro kecil naik kelas berbasis potensi keunggulan daerah;
- Fasilitasi temu usaha dan sinergi pola kemitraan antara dunia industri dengan kelompok ekonomi masyarakat (kelompok tani, kelompok ternak, kelompok nelayan) dan BUMDES
- Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan/atau taman bermain di tingkat kecamatan;
- 1 (satu) kecamatan 1(satu) sekolah olahraga;
- Persekabpas naik kelas;
- Penataan Kawasan Ibu Kota Bangil;
- Revitalisasi Pasar Tradisional;
- Islamic Centre dan perpustakaan daerah yang representatif;
- Pengembangan, perlindungan, dan pelestarian seni budaya berbasis kearifan lokal;
- Pembangunan jalan poros kabupaten dengan standar hotmix/cor;
- Optimalisasi peran organisasi pengusaha dan serikat pekerja /buruh untuk perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pekerja buruh.
- Digitalisasi layanan publik, pengembangan Pasuruan satu data, dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)
Editor : Abdul Wahid