PUJI syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk mengalami bulan Ramadan penuh berkah. Ramadan adalah bulan istimewa bagi umat Islam. Selama bulan ini, kita diberikan kesempatan memperbanyak ibadah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Salah satu tema penting yang sering dibahas selama Ramadan adalah hijrah. Hijrah adalah perpindahan dari kehidupan yang tidak baik ke kehidupan yang lebih baik.
Dari segi bahasa, Imam Ibnu Mandhur (711 H) dalam kamus Lisan al-‘Arab mengartikan hijrah dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dari satu keadaan ke keadaan lain. Imam Ibnu al-Atsir (606 H) menambahkan, bahwa hijrah juga berarti pindah dari mengikuti hawa nafsu menuju taat kepada Allah SWT.
Dalam sebuah hadis shahih, dijelaskan bahwa orang yang berhijrah adalah mereka yang meninggalkan larangan Allah SWT.
Pertama-tama, mari kita memahami arti hijrah. Hijrah tidak hanya sebatas perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain. Tetapi, juga perpindahan dari kehidupan yang buruk ke kehidupan yang lebih baik. Hijrah adalah bagian dari ibadah dalam Islam dan seorang Muslim harus selalu berusaha untuk melakukan hijrah dalam kehidupannya.
Alquran mengisyaratkan hijrah sebagai bagian dari petunjuk Allah SWT kepada kaum Muslimin untuk memperoleh kedamaian dan keluasan penghidupan. Dalam Surat An Nisa Ayat 100 dituliskan; “Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.”
Selama Ramadan, kita diberikan kesempatan untuk melakukan hijrah dalam berbagai aspek kehidupan kita. Pertama-tama, hijrah dalam hal puasa. Puasa adalah salah satu bentuk ibadah yang paling penting selama Ramadan dan puasa juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dengan puasa, kita berusaha untuk menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT selama satu bulan penuh. Ini merupakan suatu bentuk hijrah dari kebiasaan buruk yang mungkin kita miliki sebelumnya, seperti makan dan minum secara berlebihan.
Selain hijrah dalam hal puasa, kita juga diberikan kesempatan untuk melakukan hijrah dalam hal ibadah lainnya. Seperti salat, membaca Alquran, dan sedekah. Selama Ramadan, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh. Dan, ini merupakan salah satu bentuk hijrah dari kehidupan yang kurang produktif ke kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat.
Tentu saja, hijrah juga dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita bisa melakukan hijrah dari kebiasaan buruk yang mungkin kita miliki. Seperti menghindari gibah, menahan amarah, dan menghindari perilaku yang tidak sesuai ajaran agama. Kita juga bisa melakukan hijrah dalam hal kebiasaan konsumsi, seperti memilih makanan dan minuman yang lebih sehat untuk tubuh kita.
Pada bulan Ramadan ini, mari kita semua bersama-sama melakukan hijrah untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hidup kita secara spiritual. Mari kita perbanyak ibadah, meninggalkan kebiasaan buruk, dan berusaha untuk lebih dekat kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin. (*) Editor : Jawanto Arifin