Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gerakan Cinta Kota

Muhammad Fahmi • Senin, 23 Januari 2023 | 04:37 WIB
Photo
Photo
Oleh: Rozi Al Jufrie, Jurnalis Tinggal di Pasuruan




ALUN-Alun Kota Pasuruan menjadi sentra perhatian. Begitu penting dan besarnya wacana soal alun-alun ini, sampai perlu pengawasan ekstra petugas. Setiap hari, setiap waktu, 24 jam.

Langkah-langkah tersusun rapi. Dari sosialisasi, imbauan, teguran, sampai sanksi tegas. Petugas jaga, satpol PP, pegawai dinas, hingga polisi dan tentara pun turun mengawasi. Operasi dilakukan terhadap becak motor, pedagang kaki lima, tukang parkir. Juga pengunjung dan pemilik kendaraan.

Pengawasan mencengkeram. Sekaligus menghebohkan. Sebut saja tindakan Dishub Kota Pasuruan menderek Toyota Kijang Innova silver yang parkir di dekat Masjid Agung Al Anwar. Berani-beraninya sopir parkir di dekat payung Madinah.

Proyek payung prestisius itu berbulan-bulan menjadi magnet opini dan keingintahuan. Menjadi bahasan dalam dunia nyata maupun maya. Di warung kopi, lapangan sepak bola, jamaah rutinan, gedung pemerintahan, sampai di TikTok, YouTube, Instagram, Facebook, dan grup-grup WhatApp.

Sebegitu besar rasa penasaran masyarakat pada capaian program pembangunan tersebut. Sangat detail. Insiden payung tidak membuka sempurna saja viral. Air hujan ngantong di membran tidak kalah viral. Begitu pula keindahannya saat mengembang. Eksotismenya saat menaungi jamaah pengajian dan salawatan. Besarnya perhatian jamaah Jumatan yang terkagum-kagum. Lebih-lebih wisatawan religi dari berbagai daerah.

Atensi terhadap payung seakan mengalahkan kepedulian terhadap masalah-masalah lain di sekitar kota. Misalnya, bagaimana efek suara Pasuruan Resik yang dinyanyikan Cak Sodiq? Mulai pukul berapa para petugas kebersihan harus mulai menyapu. Pukul berapa jalanan kota harus bersih dari sampah. Pukul berapa sampah-sampah itu harus diangkut ke TPS dan TPA.

Pengawasan terhadap hal-hal kecil sangat penting artinya sebelum mengawasi problem-problem besar perkotaan. Kontrol terhadap jalur pemungutan retribusi daerah. Audit terhadap capaian perolehan PBB dan BPTHB. Lebih fokus pada sumber-sumber pendapatan kelas kakap.



Pengawasan terhadap kebersihan menghadirkan kenyamanan bagi warga kota maupun wisatawan. Kontrol terhadap sumber-sumber, pemungutan, dan penarikan pajak daerah menimbulkan kenyamanan bagi investor. Membuka peluang seluas-luasnya kepada stakeholders swasta. Itu akan sangat berpengaruh pada peningkatan PDRB (produk domestik regional bruto) dan kemandirian fiskal daerah. Jika kemandirian fiskal tercapai, program sebesar apa pun bisa digolkan.

Pemimpin daerah mungkin menghadapi kesulitan dalam melakukan pengawasan yang mencengkeram seperti itu. Lebih-lebih sendirian. Lembaga pengawasan internal pun terkadang sudah kurang bergigi lagi.

Di situlah pentingnya keterlibatan masyarakat. Partisipasi masyarakat sangat mendukung terciptanya good governance dan clean government. Penguatan masyarakat madani (civil society) bisa menjadi salah satu kunci. Terutama, bila upaya internal menghadapi kendala yang berat. Memicu darah tinggi.

Menggandeng media massa juga merupakan pilihan yang logis dan strategis. Tentu, merangkul media massa, misalnya, ditujukan untuk mendeteksi dan mereaksi indikator korupsi. Tidak menoleransinya. Selain itu, menggemakan keberhasilan program pembangunan.

Membangun kota bersama media massa bisa dilakukan dengan melahirkan kreativitas-kreativitas berkelas. Kampanye Gerakan Cinta Kota. Our Lovely City. Ada banyak lomba yang bisa digebyarkan demi menumbuhkan dan menghimpun kecintaan warga kepada kotanya.

Lomba poster, foto, video, tulisan esai ringan tentang citra-citra positif kota. Bahkan, kalau perlu, lomba kritik terbaik juga tidak apa-apa. Kompetisi yang bisa mengajak setiap individu untuk berpikiran, bersikap, dan bertindak positif untuk kotanya.

Lomba best practice keluarga, komunitas, organisasi, pengusaha, paguyuban PKL, maupun instansi juga sangat menarik. Ide-ide kreatif berupa praktik terbaik patut diteladani warga lain. Misalnya, olah sampah domestik, mural, mengecat kampung, dan sebagainya. Atau, lomba menjadi guide wisata religi.



Praktik-praktik terbaik dan nyata sangat bisa dieksplorasi sebagai bukti cinta warga kepada kota tempat tinggalnya. Kolaborasi antara media massa, perusahaan telekomunikasi, otomotif, lembaga keuangan, maupun instansi pemerintah akan menghasilkan masyarakat yang berdaya dan berbudaya baik. Kotanya Madinah, Warganya Madani. (*) Editor : Muhammad Fahmi
#kota pasuruan #pemkot pasuruan