Komitmen SMA Negeri 1 Kuripan, Kabupaten Probolinggo, dalam menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas, terus membuahkan hasil. Berbagai inovasi yang dikembangkan sekolah ini, tidak hanya membantu meningkatkan akses pendidikan bagi siswa di daerah terpencil, tetapi juga mengantarkan SMAN 1 Kuripan meraih sejumlah penghargaan tingkat daerah maupun provinsi.
------------------------
Pada 2025, SMAN 1 Kuripan berhasil masuk 50 besar East Java Innovative Education and Government Institution Awards (EIJIES) tingkat Jawa Timur dan menerima penghargaan langsung dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Kepala SMAN 1 Kuripan Muhammad Fachrur Rozi, M.Pd. menjelaskan salah satu inovasi unggulan sekolah adalah Sekolah Satelit. Yakni layanan pembelajaran bagi siswa yang tinggal jauh dari sekolah. Program ini menyasar delapan siswa asal Desa Wonoasri, Kecamatan Kuripan, yang harus melewati medan cukup terjal untuk menuju sekolah.
Melalui program tersebut, guru mendatangi lokasi siswa, untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar setiap Selasa hingga Kamis. Pembelajaran berlangsung dengan jam yang sama seperti di sekolah, dan memanfaatkan fasilitas desa sebagai ruang belajar.
“Inovasi ini kami buat agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan karena terkendala jarak dan akses,” ujarnya.
Pada 2026, SMAN 1 Kuripan meraih Juara III Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Probolinggo, kategori masyarakat dengan mengangkat tema peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui layanan pendidikan jarak jauh.
Selain menghadirkan inovasi pembelajaran, sekolah juga mengembangkan aplikasi TERAS (Transparansi Ekonomi Realisasi Anggaran Sekolah). Aplikasi ini memungkinkan warga sekolah, wali murid, hingga masyarakat umum memantau penggunaan anggaran sekolah secara terbuka.
“Melalui TERAS, masyarakat dapat mengetahui penggunaan anggaran sekolah secara lebih transparan. Kami berharap inovasi ini juga dapat menginspirasi sekolah lain,” kata Fachrur.
Upaya peningkatan mutu pendidikan, juga dilakukan melalui pendampingan akademik dan pengembangan karakter siswa. Tahun ini, salah satu siswa SMAN 1 Kuripan berhasil diterima melalui jalur SNBP di UIN Malang Program Studi Akuntansi. Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, di tengah tantangan masih adanya budaya putus sekolah di sebagian wilayah sekitar.
Dalam mendukung pembelajaran, sekolah didukung tenaga pendidik yang sesuai kompetensi serta berbagai fasilitas penunjang, seperti laboratorium komputer, laboratorium kimia, lapangan olahraga, dan perangkat pembelajaran digital Interactive Flat Panel (IFP).
SMAN 1 Kuripan juga aktif membekali siswa dengan keterampilan praktis melalui kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Probolinggo. Berbagai pelatihan diberikan, mulai dari membatik, tata boga, seni lukis, hingga pembuatan produk rumah tangga dan kewirausahaan.
Sementara itu, pengembangan minat dan bakat siswa dilakukan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Seperti Pramuka, futsal, bola voli, dan pencak silat.
“Beberapa siswa bahkan berhasil meraih predikat Pramuka Garuda. Kami juga sering menggelar latihan persahabatan, dengan sekolah sekitar di bidang olahraga,” ungkap Fachrur.
Untuk menjaga kualitas pendidikan, sekolah rutin melakukan evaluasi setiap tiga bulan melalui rapor pendidikan dan berbagai indikator kinerja lainnya. Langkah ini dilakukan agar program-program yang berjalan, terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik.
Dengan inovasi yang berkelanjutan, fasilitas yang memadai, tenaga pendidik yang kompeten, serta komitmen memberikan layanan pendidikan hingga ke wilayah terpencil, SMAN 1 Kuripan terus menunjukkan kiprahnya sebagai sekolah yang tidak hanya berprestasi. Tetapi juga berupaya membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi generasi muda Kabupaten Probolinggo. (gus/one/*)
Editor : Muhammad Fahmi