Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

SDIT Permata Kraksaan Cetak Generasi Qurani Tangguh, Kreatif, Berprestasi, dan Siap Menjawab Tantangan Zaman

Didik Purwanto • Selasa, 30 Juni 2026 | 07:22 WIB
GENERASI QURANI: Dibimbing oleh pengajar profesional, para siswa setiap hari selama satu jam melaksanakan KBM Alquran dengan metode Ilman wa Ruuhan.
GENERASI QURANI: Dibimbing oleh pengajar profesional, para siswa setiap hari selama satu jam melaksanakan KBM Alquran dengan metode Ilman wa Ruuhan.

 

Di tengah pesatnya perkembangan digital dan perubahan zaman, sekolah berlomba mengejar capaian akademik. Namun SDIT Permata Kraksaan memilih jalan yang lebih utuh. Membangun generasi yang kuat dalam ilmu pengetahuan, sekaligus kokoh dalam nilai-nilai keislaman.

================================ 

BERDIRI sejak 2006 di bawah naungan Yayasan Ishlahul Ummah Probolinggo, sekolah ini konsisten memadukan pendidikan umum dan agama dalam satu kesatuan kurikulum. Tidak hanya mengajarkan matematika, sains, atau teknologi, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas siswa sejak usia dini.

Setiap pagi, aktivitas siswa diawali dengan majelis pagi, salat duha berjemaah, murojaah hafalan, hingga refleksi diri. Suasana tersebut menjadi fondasi sebelum mereka memasuki pembelajaran akademik.

Visi sekolah yang dikenal dengan AKSIOWALI menargetkan lahirnya generasi berakhlakul karimah, berprestasi optimal, dan berwawasan lingkungan. Targetnya bukan sekadar nilai rapor tinggi, tetapi juga hafalan Alquran minimal dua juz, penguasaan bahasa asing, hingga tumbuhnya jiwa kewirausahaan.

Kepala SDIT Permata Kraksaan Nurul Hidajati, S.Pd., M.M., menjelaskan, pendidikan karakter menjadi fondasi utama seluruh program sekolah.

"Kami meyakini bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik. Namun juga dari akhlak, kemandirian, dan kedekatan anak dengan Alquran. Karena itu, seluruh kegiatan sekolah dirancang untuk membentuk karakter Islami secara menyeluruh," katanya.

MEMANAH: Siswa SDIT Permata Kraksaan diberikan kebebasan memilih jalur prestasi dan hobi, salah satunya ekstrakurikuler memanah.
MEMANAH: Siswa SDIT Permata Kraksaan diberikan kebebasan memilih jalur prestasi dan hobi, salah satunya ekstrakurikuler memanah.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program unggulan. Seperti pembelajaran Alquran metode Ilman wa Ruuhan, Kelompok Islam Ceria, pembiasaan adab Islami, hingga kelas tahfiz yang menjadi salah satu andalan sekolah.

Di saat banyak orang tua khawatir terhadap pengaruh teknologi dan media sosial, SDIT Permata justru memanfaatkannya sebagai sarana pembelajaran dan penguatan karakter. Literasi digital, etika bermedia, hingga pemanfaatan teknologi secara positif menjadi bagian dari proses pendidikan sehari-hari.

"Harapan kami sederhana, anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, cerdas, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai muslim," ujarnya.

Di tangan para pendidik yang konsisten menanamkan nilai dan ilmu secara seimbang, SDIT Permata Kraksaan terus menegaskan bahwa pendidikan terbaik bukan hanya mencetak siswa pintar. Namun juga manusia yang bermanfaat bagi sesama. (dik/hn/*)

ASRI DAN NYAMAN: Fasilitas gedung sekolah SDIT Permata Kraksaan yang representatif, mendukung proses KBM berjalan nyaman dan optimal.
ASRI DAN NYAMAN: Fasilitas gedung sekolah SDIT Permata Kraksaan yang representatif, mendukung proses KBM berjalan nyaman dan optimal.

 

Mencetak Juara dan Membentuk Karakter

 Prestasi tidak pernah lahir secara kebetulan. Di SDIT Permata Kraksaan, setiap piala dan medali yang dibawa pulang siswa merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun secara sistematis selama bertahun-tahun.

Buktinya terlihat dari deretan prestasi yang terus mengalir. Mulai dari juara olimpiade matematika dan sains tingkat kabupaten hingga Jawa Timur. Lalu juara MHQ tingkat Jawa Timur, prestasi bahasa Inggris, mendongeng, MTQ, pencak silat tingkat nasional, renang, dan futsal. Juga berbagai kejuaraan seni dan olahraga.

Yang menarik, sekolah ini tidak hanya fokus pada satu bidang tertentu. Prestasi akademik dan nonakademik tumbuh beriringan. Untuk menjaga konsistensi tersebut, sekolah membangun budaya unggul sejak dini.

Setiap siswa dipantau perkembangan akademik, karakter, dan spiritualnya secara berkala. Potensi yang muncul kemudian diarahkan melalui program pembinaan khusus sesuai minat dan bakat masing-masing.

Kelas olimpiade, tahfiz, literasi, leadership, entrepreneurship, hingga berbagai ekstrakurikuler menjadi ruang tumbuh bagi siswa. Sehingga siswa bisa berkembang secara maksimal.

"Kami tidak hanya mengejar hasil lomba. Yang paling penting adalah proses pembinaan. Ketika karakter disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar sudah terbentuk, prestasi akan mengikuti dengan sendirinya," ungkap Nurul Hidajati.

Di balik keberhasilan para siswa, terdapat kolaborasi kuat antara guru dan orang tua. Guru melakukan pendampingan intensif, menyediakan fasilitas latihan, serta mendampingi siswa saat kompetisi. Sementara orang tua berperan memperkuat pembinaan di rumah.

Sekolah juga secara rutin meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan internal, upgrading, micro teaching, pelatihan JSIT. Hingga kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan.

Langkah tersebut membuat guru terus berkembang mengikuti kebutuhan pendidikan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter.

"Prestasi terbaik bukan hanya ketika anak membawa pulang piala, tetapi ketika mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu mengembangkan potensinya secara maksimal," tambahnya.(dik/hn/*)

 

Siapkan Pemimpin Masa Depan sejak Dini

 

Pendidikan di tengah perubahan zaman menuntut lebih dari sekadar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Anak-anak harus mampu berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, serta memiliki kreativitas tinggi.

Tantangan itulah yang dijawab SDIT Permata Kraksaan melalui berbagai program inovatif yang melampaui pembelajaran konvensional. Di sekolah ini, proses belajar tidak berhenti di ruang kelas.

Siswa diajak mengenal dunia nyata melalui outing class, science fair, entrepreneur day, market day, hingga latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS).

Melalui program kewirausahaan, anak-anak belajar mengelola modal, bekerja sama dalam tim, memproduksi barang, hingga menghitung hasil penjualan. Sementara dalam science fair, mereka dilatih melakukan penelitian sederhana, menyusun hipotesis, melakukan eksperimen, dan mempresentasikan hasilnya.

Tidak kalah menarik adalah program leadership yang mengenalkan dunia organisasi sejak sekolah dasar. Program ini menjadi bekal awal bagi siswa untuk belajar memimpin, berkomunikasi, dan mengambil keputusan.

"Kami ingin anak-anak memiliki bekal yang lengkap. Tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian, kreativitas, kemampuan memimpin, dan keterampilan hidup yang akan mereka perlukan di masa depan," Kata Nurul Hidajati.

Di era digital, sekolah juga aktif memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Laptop, tablet, akun belajar.id, Canva, Quizizz, hingga berbagai media interaktif digunakan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa.

Namun yang membedakan, literasi digital di SDIT Permata tidak hanya mengajarkan cara menggunakan teknologi, tetapi juga etika dalam bermedia. Anak-anak dilatih menyaring informasi, menggunakan internet secara bijak, dan menciptakan konten yang bermanfaat. Kolaborasi sekolah dan orang tua turut diperkuat untuk mengawasi penggunaan teknologi agar tetap sehat dan produktif.

"Teknologi harus menjadi alat untuk berkembang, bukan sebaliknya. Karena itu kami membekali siswa dengan keterampilan digital sekaligus karakter yang kuat agar mereka siap bersaing secara global," tuturnya. (dik/hn/*)

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#berprestasi #alquran #sdit permata #probolinggo #Kraksaan