Kolaborasi Internasional ITS-University Calgary Manfaatkan Slurry Biogas untuk Produksi Pupuk Organik Padat dan Cair di Tutur Pasuruan

Inayah Maharani • Dipublikasikan Senin, 11 Mei 2026 | 16:38 WIB
1.	Tim ITS dan University Calgary di lokasi Desa Blarang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.
Tim ITS dan University Calgary di lokasi Desa Blarang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

 

PASURUAN, Radar Bromo–Tim Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan program Global Community Outreach di Dusun Banyusari, Desa Blarang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Turut berpartisipasi, mahasiswa Schulich School of Engineering, Universitas Calgary, Kanada dalam program ini dengan pelaksanaan projek implementasi teknologi energi terbarukan untuk ekonomi sirkular.

Program yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini berfokus pada pengembangan reaktor biogas dan pemanfaatan slurry biogas dari limbah sapi perah untuk produk ekonomi sirkular.

Pemanfaatan Kotoran Sapi sebagai Sumber Energi Biogas dan Bahan Baku Pupuk Organik

Dengan kondisi demografis masyarakat Dusun Banyusari, Desa Blarang yang bertumpu pada sektor peternakan dan pertanian, program pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peternakan sapi perah.

Limbah yang dihasilkan oleh sapi perah menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan di tengah permasalahan yang dihadapi terkait ketersediaan energi dalam bentuk bahan bakar biogas.

1.	Tempat penampungan slurry biogas dalam bentuk padat dan cair serta sampel yang diambil
1. Tempat penampungan slurry biogas dalam bentuk padat dan cair serta sampel yang diambil

 

Serta, bahan baku pupuk organik. Yakni kebutuhan akan pupuk organik untuk petani di Desa Blarang relatif sangat tinggi.

Reaktor anaerobik mengkonversi kotoran sapi menjadi biogas untuk kebutuhan proses pemanasan dan slurry dari hasil fermentasi anaerobik kotoran sapi ini dapat diolah menjadi pupuk organik padat dan cair.

Namun, beberapa kondisi slurry biogas ini memiliki kadar air dan gas ammonia yang tinggi. Hal tersebut belum memenuhi standar pupuk organik yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

Program pengabdian ini mengembangkan metode pengolahan pupuk organik yang lebih aman, stabil dan memiliki nilai ekonomi. Proses pengolahan pupuk ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pemisahan padatan dan cairan menggunakan proses kompresi, fermentasi, pengeringan, serta peletisasi sebagai pengkondisian produk akhir.

Program ini juga melibatkan kelompok peternak sapi Banyusari Sejahtera sebagai mitra dalam kegiatan ini. Dengan adanya program ini, limbah kotoran ternak sapi  yang  sebelumnya sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi pupuk organik yang memiliki nilai guna bagi pertanian dan tentunya memiliki daya jual.

Proses pengolahan dan pengujian kualitas pupuk bersama mahasiswa Universitas Calgary
Proses pengolahan dan pengujian kualitas pupuk bersama mahasiswa Universitas Calgary

 

Kolaborasi Internasional dan Transfer Pengetahuan

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mejadi bagian dari kolaborasi internasional antara ITS dengan Universitas Calgary, Kanada.

Kegiatan ini bertujuan untuk pertukaran pengetahuan dan budaya serta pengembangan teknologi pengolahan limbah berbasis energi terbarukan.

Mahasiswa dari kedua institusi terlibat langsung dalam proses pengolahan, pengujian kualitas pupuk, serta edukasi terhadap masyarakat mengenai pemanfatan limbah ternak menjadi produk yang lebih bernilai.

Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran lintas budaya dan pengembangan keterampilan teknis bagi mahasiswa.

Untuk memastikan kualitas pupuk organik yang dihasilkan, tim pengabdian melakukan pengujian terhadap beberapa parameter penting pada pupuk seperti kandungan nitrogen (N), fosfor (P), kalium (k), besi (Fe), kadar air dan pH.

Pengujian ini dilakukan dengan alat uji yang sesuai dengan standar pengujian pupuk organik.

Harnoko selaku ketua kelompok tani Banyusari Sejahtera sekaligus mitra program pengabdian ini menargetkan kualitas pupuk yang sesuai untuk tanaman sayur dengan kandungan Nitrogen (N) yang lebih tinggi, atau untuk buah-buahan dengan kadar Kalium (K) yang tinggi.

Hasil uji kandungan terhadap pupuk padat dan pupuk cair yang telah dilakukan oleh tim ITS dan Universitas Calgary mengenai kandungan yang dibutuhkan untuk tanaman sayur dan buah telah memenuhi standar pupuk organik yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pertanian No.70/Permentan/SR.140/10/2011.

ITS dan Universitas Calgary terus berkomitmen dalam pengembangan teknologi tepat guna yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat luas.

Melalui inovasi reaktor biogas dan pemanfaatan slurry biogas dari limbah sapi menjadi pupuk organik baik dalam bentuk padat ataupun dalam bentuk cair, diharapkan masayarakat dapat memperoleh dampak positif dalam pengelolaan limbah yang lebih baik dan peningkatan produktivitas serta kualitas pertanian.

Keberhasilan program ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain yang memilki kondisi serupa, sehingga pengelolaan limbah peternakan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung keberlajutan lingkungan.

Editor : Muhammad Fahmi
simt tim pengabdian its