PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kebakaran melanda kebun tebu milik Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) di Jalan Pahlawan, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Rabu (14/10). Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 3,5 hektare. Kebakaran tersebut diduga dipicu pembakaran oleh orang tidak dikenal (OTK).
Petugas pemadam kebakaran (damkar) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan langsung bergerak setelah menerima laporan dari Call Center 112 sekitar pukul 10.48. Petugas tiba di lokasi pukul 11.10 dan melakukan pemadaman serta pembasahan lahan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Danru Damkar Kota Pasuruan Arip menjelaskan, penanganan dilakukan dengan mengerahkan sejumlah armada untuk mengendalikan api yang membakar kebun tebu. Petugas juga melakukan pembasahan setelah pemadaman guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api di area yang terbakar.
Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin mengatakan, petugas damkar dan Pusdalops bekerja bersama dalam penanganan kebakaran tersebut. ”Petugas melakukan pemadaman api sekaligus pembasahan pascakebakaran. Kami juga melakukan asesmen dan dokumentasi untuk mendata kondisi di lokasi kejadian,” ujarnya.
Sebanyak empat armada dikerahkan dalam penanganan tersebut. Terdiri atas dua unit mobil damkar berkapasitas masing-masing 5.000 liter, satu unit damkar berkapasitas 3.500 liter, serta satu unit mobil suplai air berkapasitas 5.000 liter.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kota Pasuruan, dugaan awal kebakaran terjadi sekitar pukul 10.55. Setelah menerima laporan, personel damkar dan Pusdalops bergerak menuju lokasi pada pukul 10.52. Penanganan berlangsung hingga pukul 14.00, sebelum seluruh personel kembali ke markas BPBD.
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas sekitar 35.114 meter persegi atau 3,51 hektare. Meski area yang terbakar cukup luas, laporan sementara BPBD menyebutkan kerugian akibat kejadian tersebut nihil.
Adapun penyebab kebakaran masih diduga akibat dibakar orang tidak dikenal. Dugaan tersebut tercatat dalam laporan awal BPBD dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab final.
BPBD tetap menyiagakan personel penanggulangan bencana selama 24 jam. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani petugas. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto