Pemkot Pasuruan Dorong UMKM Naik Agar Kelas

Fahrizal Firmani • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 10:35 WIB
MENGGELIAT: Deretan pelaku usaha di wilayah Kota Pasuruan. Pemkot Pasuruan berupaya agar para pelaku UMKM bisa naik kelas dengan berbagai cara yang dilakukan. (dokumen)
MENGGELIAT: Deretan pelaku usaha di wilayah Kota Pasuruan. Pemkot Pasuruan berupaya agar para pelaku UMKM bisa naik kelas dengan berbagai cara yang dilakukan. (dokumen)

PASURUAN, Radar Bromo – Komitmen Pemkot Pasuruan untuk mendorong para pelaku usaha mikro agar mampu naik kelas, menjadi sektor usaha kecil hingga menengah terus dilakukan.

Salah satu strategi taktis yang masif diterapkan, dengan melibatkan dan menggandeng para pelaku usaha lokal secara aktif, dalam setiap agenda dan festival keramaian yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.

Langkah ini dirasa krusial. Mengingat geliat pertumbuhan ekonomi arus bawah di Kota Pasuruan, menunjukkan tren yang sangat positif.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro Kota Pasuruan, Imam Subekti, mengungkapkan jumlah pelaku usaha mikro di Kota Pasuruan saat ini, telah menembus angka 10.034 pelaku usaha.

Baca Juga: Raperda Penataan Pasar Rakyat, Toko Swalayan, dan Pusat Perbelanjaan, Buka Akses UMKM ke Toko Modern

Jumlah ini mengalami lonjakan signifikan dibanding periode tahun sebelumnya, yang berada di kisaran 9.000-an usaha, dengan total akumulasi omset kolektif mencapai Rp 5 miliar.

"Pemerintah daerah ingin mengawal, agar para pelaku usaha mikro ini, tidak jalan di tempat. Kami mendorong mereka agar bisa naik ke level kelas yang lebih tinggi. Salah satu upaya nyata kami, adalah wajib menyertakan produk-produk mereka dalam setiap event dan kegiatan kedinasan," ujar Imam.

Ia menjelaskan, berbagai agenda publik yang mengundang kerumunan massa, terbukti menjadi panggung efektif untuk memperluas pasar bagi produk lokal.

 

Berbagai kegiatan berskala reguler seperti Car Free Day (CFD), Car Free Night, hingga festival seni budaya kota, selalu menempatkan stan pelaku usaha mikro di garda terdepan.

Intervensi ini dinilai sangat instan dan teruji di lapangan, untuk mendongkrak pendapatan para pedagang kecil hingga berlipat ganda, dalam waktu singkat.

Pemkot berharap, dampak dari keterlibatan ini dapat memberikan efek domino jangka panjang, bagi penguatan modal dan manajemen usaha mereka.

"Tentu harapan besarnya, tidak hanya sekadar lonjakan omset sesaat pada hari pelaksanaan event saja. Melalui perputaran ekonomi di festival tersebut, keuntungan yang didapat diharapkan bisa memutar modal usaha yang lebih besar, memperluas jangkauan pasar, dan pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga para pelaku usaha di Kota Pasuruan," papar Imam. (riz/one)

 Baca Juga: Sentuhan AI untuk Batik Khas Pasuruan: ITB Yadika Bekali Pelaku UMKM dari Desain hingga Urusan HAKI

Editor : Moch Vikry Romadhoni
sektor usaha naik kelas umkm pelaku