PASURUAN, Radar Bromo - Wilayah Jawa Timur, termasuk Pasuruan dan sekitarnya, tengah diselimuti hawa panas yang cukup menyengat.
Berdasarkan data peta sebaran suhu maksimum Provinsi Jawa Timur per 4 Oktober 2026, suhu udara di wilayah Kota Pasuruan, tercatat mencapai 32,2 derajat celcius.
Sementara itu, wilayah dataran tinggi seperti kawasan Tretes, terpantau jauh lebih sejuk di angka 27,4 derajat celcius. Serta kawasan lereng Bromo menyentuh 21,0 derajat celcius.
Meski tidak masuk dalam jajaran lima besar daerah terpanas di Jatim yang dipuncaki oleh Lamongan dan Bojonegoro dengan suhu hingga 37,1 derajat celcius, cuaca terik di Pasuruan tetap dirasakan cukup membakar kulit oleh warga setempat.
Menanggapi kondisi cuaca yang membara ini, Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan mengantisipasi dampak suhu panas terhadap kesehatan tubuh.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya di wilayah Pasuruan dan Jawa Timur secara umum, untuk mengantisipasi kondisi suhu maksimum ini dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat," ujar Rendy.
Pihaknya menyarankan, agar warga tidak mengabaikan kesehatan fisik di tengah teriknya cuaca siang hari.
Beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan di antaranya, hindari dehidrasi dengan memperbanyak minum air putih yang cukup.
Hindari paparan langsung sinar matahari, terutama pada jam-jam puncak panas.
Batasi aktivitas di luar ruangan, jika tidak mendesak guna mencegah kelelahan akibat panas.
Jaga kondisi tubuh dan lingkungan tetap sejuk, untuk meminimalisir risiko kesehatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat, bahwa rekor suhu terpanas sepanjang historis di Jawa Timur, pernah menyentuh angka 39,9 derajat celcius, yang tercatat di AWS Lamongan pada 17 Oktober 2018 silam.
Oleh karena itu, masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca terkini, dan menjaga stamina di tengah fluktuasi cuaca saat ini. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin