Kemarau Ekstrem, Lahan Kering di Bukit Sempu Pasuruan Kebakaran

Rizal Syatori • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 20:20 WIB
PEMBASAHAN: Tim Damkar dan kepolisian saat melakukan pembahasan api di kawasan Bukti Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. (Polsek Purwodadi for Radar Bromo)
PEMBASAHAN: Tim Damkar dan kepolisian saat melakukan pembahasan api di kawasan Bukit Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. (Polsek Purwodadi for Radar Bromo)

PURWODADI, Radar Bromo - Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Pasuruan, kian meningkat seiring memasuki puncak musim kemarau.

Paling baru, kebakaran melanda kawasan hutan lindung milik Perhutani di Bukit Sempu, Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Insiden tersebut terjadi pada Minggu, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 14.30.

Peristiwa bermula, saat warga sekitar mendapati kepulan asap dan kobaran api yang dengan cepat merambat, melahap vegetasi semak serta alang-alang kering di area bukit.

Sadar akan potensi bahaya yang meluas, warga langsung melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan warga, personel Polsek Purwodadi bersama satu unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Pasuruan, langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemadaman.

Kapolsek Purwodadi AKP M. Yusuf, membenarkan adanya peristiwa kebakaran di wilayah hukumnya tersebut.

"Api di lokasi kejadian membakar vegetasi semak dan alang-alang di Bukit Sempu," terangnya.

Berkat kesigapan petugas dan tim damkar di lapangan, proses pemadaman sekaligus pembasahan (cooling down), berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam. Amukan si jago merah dinyatakan tuntas dan kondusif pada pukul 15.20.

Pihak berwajib memastikan, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kendati demikian, kepolisian mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang memicu percikan api di sekitar kawasan hutan, selama puncak musim kemarau berlangsung. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
semak bukit pasuruan damkar kebakaran