Transformasi Angkot Wisata di Kota Pasuruan Tunggu Aplikasi Siap

Fahrizal Firmani • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 12:33 WIB
TRANSPORTASI WISATA: Armada angkutan kota (angkot) yang beroperasi di kawasan Alun-Alun Kota Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
TRANSPORTASI WISATA: Armada angkutan kota (angkot) yang beroperasi di kawasan Alun-Alun Kota Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan terus mengebut rencana transformasi Angkutan Kota (Angkot) konvensional, menjadi moda angkutan wisata berbasis digital.

Penerapan inovasi transportasi massal ini, kini tinggal menunggu rampungnya sistem aplikasi pemesanan khusus, yang sedang digarap oleh jajaran pemerintah daerah.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Pasuruan, Andriyanto, memastikan program pengembangan angkutan wisata ini, terus berjalan secara berkesinambungan.

Saat ini, progres pembuatan aplikasi pendukung tersebut, telah mencapai angka 80 persen.

"Aplikasi ini, sepenuhnya digarap secara mandiri oleh tim internal pegawai Diskominfotik. Begitu pengerjaannya selesai 100 persen, kami akan segera melakukan uji coba teknis berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), sebelum nantinya resmi diluncurkan secara luas ke masyarakat," terang Andriyanto.

Aplikasi ini dirancang, dengan mengadopsi konsep yang serupa dengan aplikasi ojek online kenamaan.

Kehadiran platform digital ini, bertujuan untuk memberikan kemudahan aksesibilitas.

Baik bagi masyarakat maupun pelancong luar daerah, yang hendak memesan armada angkot secara fleksibel, untuk menjelajah berbagai sudut Kota Pasuruan.

Menariknya, aplikasi tersebut akan menyediakan opsi pilihan paket wisata tematik, yang terintegrasi dengan rute dan transparansi tarif.

Wisatawan dapat memilih rute perjalanan menuju destinasi unggulan kota.

Mulai dari kawasan tematik Makkah, Alun-Alun Kota, Taman Tematik Mebel Bukir, hingga kawasan ikonik Payung Madinah.

Rencana digitalisasi ini mendapat respons positif dan dukungan penuh dari legislatif.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Suci Mardiko, menuturkan, sistem sewa angkot secara rombongan, sebenarnya sudah menjadi kebiasaan lama di tengah masyarakat.

Namun selama ini, proses transaksinya masih dilakukan secara manual dan konvensional.

Kehadiran aplikasi khusus ini, dinilai menjadi momentum strategis. Dalam mendorong eksistensi angkot, agar dapat naik kelas dan bersaing di era digital.

Selain meningkatkan standar pelayanan transportasi publik, inovasi ini juga menawarkan efisiensi biaya bagi rombongan wisatawan.

"Angkot memiliki keunggulan komparatif, yang tidak dimiliki moda transportasi online lain, yaitu kapasitas muatannya yang besar. Karena mampu menampung 10 orang atau lebih sekaligus dalam satu armada. Dengan tarif yang diproyeksikan lebih terjangkau, aplikasi ini akan sangat memudahkan masyarakat, untuk berwisata keliling kota secara komunal," bebernya. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
angkutan kota kota pasuruan angkot heritage wisata