Pemkot Pasuruan Bakal Kembangkan Kota Pusaka Secara Bertahap

Fahrizal Firmani • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 12:12 WIB
KAWASAN HERITAGE: Pengendara motor melintas di depan Gedung P3GI, salah satu aset cagar budaya ikonik di Kota Pasuruan. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)
KAWASAN HERITAGE: Pengendara motor melintas di depan Gedung P3GI, salah satu aset cagar budaya ikonik di Kota Pasuruan. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan terus mematangkan komitmennya, dalam mengembangkan identitas daerah sebagai Kota Pusaka.

Upaya ini diwujudkan, melalui penambahan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang secara berkesinambungan.

Demi memperkuat kesan heritage (warisan sejarah), serta mendongkrak sektor pariwisata lokal.

Kepala Badan Perencanaan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat, menjelaskan strategi pengembangan tata kota ini, mengacu pada kajian matang yang berfokus pada penyelamatan serta revitalisasi aset-aset cagar budaya.

Langkah ini diambil, bukan sekadar untuk merawat fisik bangunan tua. Melainkan untuk menghidupkan kembali roh sejarah di kawasan tersebut.

Kawasan ikonik seperti koridor Jalan Pahlawan, Gedung Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), Gedung Harmoni, hingga area Pelabuhan Rakyat kini menjadi prioritas penataan.

Aset-aset bernilai sejarah tinggi tersebut dioptimalkan fungsinya, agar dapat bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup dan interaktif bagi masyarakat.

"Pengembangan Kota Pusaka ini, tentunya harus selaras dengan rencana tata ruang di masa mendatang. Semua proses revitalisasi harus berjalan berkesinambungan, tanpa merusak identitas budaya dan nilai sejarah asli yang dimiliki Pasuruan," terang Kokoh.

Mantan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Pasuruan ini menambahkan, program penyelamatan cagar budaya ini, diproyeksikan mampu menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata.

Dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan arsitektur kolonial dan peninggalan sejarah kota, roda ekonomi kreatif warga lokal diharapkan ikut terdongkrak.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Pasuruan berencana memperluas penambahan sarpras pendukung kesan heritage.

Mulai dari kawasan lanjutan Jalan Pahlawan hingga ke Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Selain ornamen estetika kota, fasilitas penunjang kebersihan lingkungan, seperti pengadaan tempat sampah terpilah juga akan diintegrasikan di sepanjang kawasan tersebut.

"Cita-cita besarnya adalah, kami ingin membawa konsep Kota Pusaka ini sebagai pilar heritage tourism (wisata warisan sejarah). Tujuan akhirnya jelas, yaitu mendongkrak sektor riil dan memajukan ekonomi kreatif warga Pasuruan," bebernya. (riz/one)

 

Hidupkan Heritage Tourism Melalui Kota Pusaka

Kawasan Prioritas Revitalisasi Cagar Budaya
Aset sejarah yang dirawat fisik dan dioptimalkan fungsinya sebagai ruang publik:

·        Koridor Jalan Pahlawan

·        Gedung P3GI (Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia)

·        Gedung Harmoni

·        Area Pelabuhan Rakyat

 

Target Perluasan Wilayah Penataan
Penambahan sarana dan prasarana (sarpras) bernuansa heritage akan diperluas ke:

·        Lanjutan Jalan Pahlawan hingga Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo.

·        Fasilitas Baru: Pengadaan tempat sampah terpilah khusus di kawasan cagar budaya.

 

Tujuan Pengembangan

·        Penyelamatan Aset: Memperkuat identitas sejarah tanpa merusak arsitektur asli.

·        Daya Tarik Wisata: Membawa konsep heritage tourism untuk memikat wisatawan luar daerah dan mancanegara.

·        Dampak Ekonomi: Mendongkrak sektor riil dan memajukan industri ekonomi kreatif warga lokal.

Editor : Jawanto Arifin
kota pasuruan p3gi heritage cagar budaya kota pusaka