Korsleting Ditengarai Pemicu, Si Jago Merah Hanguskan 250 Lapak dan Kios Pasar Desa Kepulungan

Rizal Syatori • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 20:14 WIB
GARIS POLISI: Pemasangan garis polisi oleh petugas kepolisian, menandai pendalaman yang tengah dilakukan, atas kebakaran yang terjadi di Pasar Desa Kepulungan. (Rizal Syatori/Radar Bromo)
GARIS POLISI: Pemasangan garis polisi oleh petugas kepolisian, menandai pendalaman yang tengah dilakukan, atas kebakaran yang terjadi di Pasar Desa Kepulungan. (Rizal Syatori/Radar Bromo)

GEMPOL, Radar Bromo - Unit Reskrim Polsek Gempol bersama Tim Inafis Polres Pasuruan, bergerak cepat menelusuri kasus kebarakan hebat, yang melanda Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Sabtu siang (26/9).

Selain melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas juga memasang garis polisi (police line) di sejumlah titik krusial.

Peristiwa kebakaran tersebut, awalnya diketahui warga sekitar pukul 12.30. Namun, api baru berhasil dipadamkan secara total, sekitar pukul 16.00 setelah dikerahkan armada pemadam kebakaran.

"Total lapak dan kios yang terbakar di pasar desa ini, berjumlah kurang lebih 250 unit. Kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik. Kasusnya saat ini, masih dalam proses penyelidikan (lidik) dan ditangani intensif oleh Satreskrim Polres Pasuruan," jelas Ps. Kanit Reskrim Polsek Gempol Aipda Rofik.

Dari hasil olah TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti penting, guna penyelidikan lebih lanjut.

Mulai dari listrik, token listrik yang telah hangus terbakar, serta sampel abu arang sisa kebakaran.

Titik api pertama kali muncul, diduga akibat hubungan arus pendek, dari salah satu kios yang berada di area tengah sisi sebelah barat.

Polisi memastikan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Kerugian materiil hingga kini, masih dalam proses pendataan.

"Terkait rencana mendatangkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) atau tidak, kami masih menunggu petunjuk dan arahan dari Satreskrim Polres Pasuruan," tambah Rofik.

Pantauan di lapangan pada Minggu (27/9), meski garis polisi telah terpasang, sejumlah pedagang dan warga tampak mulai mendatangi lokasi.

Mereka datang untuk mengais sisa barang berharga, di antara puing-puing bangunan yang ludes terbakar.

Kerusakan terparah, terlihat mendominasi area tengah hingga sisi sebelah barat pasar.

Sebaliknya, deretan kios di sisi selatan, timur, dan gerbang utama dilaporkan aman dari amukan api, dengan hanya sebagian kecil kios yang mengalami kerusakan minor pada bagian atap seng.

Salah seorang pedagang kelapa terdampak, Mat, menuturkan bahwa saat api berkobar, aktivitas pasar sebenarnya sudah sepi.

Karena mayoritas pedagang, telah menutup lapaknya sejak menjelang siang.

"Saya biasanya buka pukul 03.00 dan tutup sekitar pukul 11.00 siang. Saat kejadian, lapak saya sudah tutup dan sekarang semuanya sudah ludes terbakar. Saat ini, saya dan ratusan pedagang lainnya, belum bisa bekerja kembali. Kami hanya bisa pasrah menunggu kebijakan pemerintah, kapan bisa mulai berjualan lagi," ungkap Mat dengan nada lirih. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
pasar kepulungan garis polisi korsleting kebakaran polsek gempol