Bakar Semak, Kakek asal Tambaksari Purwodadi Pasuruan Tewas Terbakar

Rizal Syatori • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 19:45 WIB
MEMILUKAN: Jenazah korban, Tamsir usai terbakar saat berusaha untuk memadamkan api yang membesar, membakar semak-semak. (Polsek Purwodadi for Radar Bromo)
MEMILUKAN: Jenazah korban, Tamsir usai terbakar saat berusaha untuk memadamkan api yang membesar, membakar semak-semak. (Polsek Purwodadi for Radar Bromo)

PURWODADI, Radar Bromo - Nasib nahas menimpa Tamsir, 84, seorang kakek asal Dusun Gunung Malang, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tragis, akibat terbakar di lahan pekarangan belakang rumah warga, yang dipenuhi tanaman pohon bambu (barongan), Minggu pagi (27/9).

Peristiwa memilukan tersebut, pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat sekitar pukul 08.00.

Saksi mata awalnya melihat kobaran api, yang mendadak membesar di area pekarangan belakang rumah.

Ketika berusaha mendekat untuk memadamkan api yang mulai merembet ke tanaman bambu, saksi terkejut mendapati tubuh korban sudah tergeletak dalam posisi terlentang dan tidak bernyawa.

"Pagi itu korban berniat membakar semak-semak kering di pekarangan. Namun, api kemudian membesar dengan cepat. Korban diduga panik dan berusaha memadamkannya sendiri, tetapi karena faktor usia dan kobaran api yang tidak bisa diatasi, korban akhirnya tersulut api hingga meninggal dunia di lokasi kejadian," beber Kapolsek Purwodadi, AKP M. Yusuf.

Jasad korban langsung dievakuasi oleh warga sekitar dari lokasi kejadian, menuju ke rumah duka.

Petugas kepolisian dari Polsek Purwodadi bersama Pemerintah Desa Tambaksari, segera mendatangkan tim medis dari Puskesmas Purwodadi, untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tim medis memastikan bahwa fatalitas murni disebabkan oleh luka bakar.

"Hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Purwodadi, menyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau indikasi kriminalitas pada tubuh korban," tegas Kapolsek.

Pihak keluarga telah menerima kejadian tragis ini dengan ikhlas sebagai musibah murni.

Keluarga korban juga secara resmi menolak untuk dilakukan tindakan pencarian fakta lanjutan berupa otopsi, dengan menandatangani surat pernyataan bermaterai di hadapan petugas. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
semak kobaran api kebakaran bambu tewas