PRIGEN, Radar Bromo- Permainan Gledekan yang selama ini rutin digelar setiap Minggu pagi di Kelurahan/Kecamatan Prigen, menjelma menjadi magnet pariwisata alternatif dan penggerak ekonomi subuh. Banyaknya kunjungan membuat perekonomian terus berputar.
“Kunjungan wisata, UMKM, pastinya terdampak dengan adanya kegiatan gledekan ini. Peserta dan penontonnya sama banyaknya, bahkan ada dari luar daerah," ujar Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Kabupaten Pasuruan, Nusantoro.
Tak hanya terhadap UMKM, dampak permainan ini juga dirasakan penyedia jasa penginapan di sekitaran Kecamatan Prigen. Baik hotel dan wisma, maupuan penginapan lainnya. Menurut Santo, kegiatan gledekan masih bertahan merupakan sesuatu yang lumrah. “Karena orang masih banyak penasaran serta menjadi fomo baru sama halnya sound horeg kini lagi trend," tuturnya.
Meski berdampak terhadap kunjungan wisata dan UMKM, menurutnya, Pemkab Pasuruan tidak ada rencana melegalkan acara gledekan secara permanen. “Sebaliknnya, hanya sebatas komunikasi dan koordinasi, tentu tetap sesuai SOP," ungkapnya.
Terpisah, Camat Prigen Ifan Gunardi mengatakan, kegiatan Gledekan Prigen berdampak positif terhadap keberadaan UMKM. Tertama mereka yang berjualan pada pagi hari di lokasi kegiatan. “Ada yang dari warga setempat dan sekitaran Prigen, juga dari luar Prigen. Semuanya rata-rata laku. Juga berdampak pula bagi peginapan," bebernya.
Keberadaan Gledekan Prigen, mendapat atensi dan perhatian dari Kecamatan Prigen. “Ke depan kami usulkan sekaligus fasilitasi untuk gabung dalam Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Pasuruan," katanya. (zal/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni