PRIGEN, Radar Bromo- Permain Gledekan memang berbahaya. Namun, bagi para joki, permainan ini begitu seru. Dapat memompa adrenalin dan menemukan sensasi tersendiri. Karena itu, tak jarang seorang pemain bisa meluncur berulang-ulang.
“Seratus persen seru. Mental dan nyali di uji. Tentu harus fokus dan perlu mengetahui medan seperti apa,” ujar salah seorang pemain gledekan asal Desa Ketanireng, Kecamatan Prigen, Sukron, 25.
Meski sudah terbiasa, Sukron mengatakan, menjadi pemain atau joki gledekan tetap harus aktif latihan. Temasuk untuk mengetahui dan mempelajari kondisi jalur, seperti saat menikung dan di jalan agak kasar. “Itu ada triknya semua, tentu harus latihan," ucapnya.
Awal-awal, Sukorn mengaku sempat terjatuh hingga lecet. Namun, semuanya dianggap wajar dialami joki gledekan. Untuk meminimalisir kesalahan, harus sering berlatih.
“Dukanya ya saat jatuh, tapi sekarang sudah aman, karena safety semua dari kepala, tangan, dan kaki. Kalau bisa tidak sampai luka, kuncinya dengan latihan, fokus, dan konsentrasi," jelasnya.
Setiap hobi, dipastikan butuh modal. Begitu juga dengan permainan gledekan. Sejauh ini setiap pemain gledekan, tidak hanya memiliki satu set. Harganya juga lumayan.
“Gledekan saya buat sendiri ke bengkel las. Saya punya dua. Membuatnya habis kisaran harga Rp 500 ribu. Ada yang membuat sampai jutaan rupiah. Tergantung bahan, aksesoris, dan modelnya," ujar pemain gledekan asal Pandaan, Hadi, 22.
Permainan gledekan, merupakan salah satu hobi berisiko tinggi. Namun, kata Hadi, resiko dalam permainan lumrah. Yang penting tidak ngawur dan asal naik. “Hal yang bikin tidak jera karena keseruannya. Saat di atas gledekan, beban pikiran serasa hilang karena happy," katanya, sambil tertawa lepas. (zal/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni