Warga Temukan Lansia Tengkurap di Sungai Welang Kraton, Ternyata Sudah Meninggal

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 09:50 WIB
RUMAH DUKA: Jenazah Makhrus yang ditemukan di aliran Sungau Welang. Rabu (23/9) pagi. (Foto : Polres Pasuruan Kota for Jawa Pos Radar Bromo)
RUMAH DUKA: Jenazah Makhrus yang ditemukan di aliran Sungau Welang. Rabu (23/9) pagi. (Foto : Polres Pasuruan Kota for Jawa Pos Radar Bromo)

KRATON, Radar Bromo - Warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, dikejutkan dengan penemuan jasad pria di aliran Sungai Welang, Rabu (23/9) pagi. 

Korban ditemukan dalam posisi tengkurap di dalam sungai dan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Makhrus, 62, warga Dusun Pukul, RT 02/RW 05, Desa Pukul, Kecamatan Kraton. Jasadnya ditemukan di sekitar Sungai Welang, tepatnya wilayah Dusun Grinting, Desa Mulyorejo.

Informasi yang dihimpun radarbromo.jawapos.com seusai kejadian, korban sebelumnya diketahui meninggalkan rumah pada Selasa (22/9) sekitar pukul 20.00. Setelah itu, pihak keluarga tidak mengetahui keberadaan korban.

Keesokan harinya, Rabu sekitar pukul 06.30, seorang warga bernama Yahya, yang merupakan anggota BPD Desa Mulyorejo, hendak menuju sungai.

Saat berada di sekitar aliran Sungai Welang, dia melihat seseorang dalam posisi tengkurap di dalam sungai.

Setelah diperiksa, orang tersebut diketahui merupakan Makhrus. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Petugas Polsek Kraton bersama personel Polres Pasuruan Kota kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Petugas juga mengamankan lokasi serta berkoordinasi dengan pihak desa dan keluarga korban.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi mengatakan, berdasarkan informasi awal, korban ditemukan warga dalam kondisi sudah meninggal dunia di aliran Sungai Welang.

"Korban ditemukan warga dalam posisi tengkurap di sungai. Saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia," ujarnya.

Junaidi menambahkan, petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi. Pihak keluarga juga membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah korban.

"Untuk penanganan selanjutnya, keluarga korban membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan visum atau autopsi," jelasnya. (zen/fun)

Editor : Fandi Armanto
kraton penemuan mayat sungai welang