Pemkot Matangkan Wacana Kawasan Kuliner Halal Kota Pasuruan

Fahrizal Firmani • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 11:11 WIB
KAWASAN KULINER: Suasana aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Sultan Agung, Kota Pasuruan. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)
KAWASAN KULINER: Suasana aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Sultan Agung, Kota Pasuruan. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Rencana Pemerintah Kota Pasuruan untuk mengembangkan kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) Sultan Agung, menjadi sentra kuliner halal inklusif terus dimatangkan.

Proyek revitalisasi skala besar ini, dipastikan akan mulai direalisasikan pada tahun depan, dengan melibatkan kolaborasi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala Badan Perencanaan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat, menjelaskan pengembangan fisik belum bisa direalisasikan tahun ini.

Hal tersebut dikarenakan, pemkot harus mematangkan persiapan berbagai fasilitas dan sarana pendukung terlebih dahulu.

Beberapa infrastruktur utama yang akan digarap tahun depan, meliputi revitalisasi total trotoar. Supaya, bisa ramah bagi disabilitas (tuna netra dan tuna daksa).

Serta penyediaan tempat sampah terpilah, pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), hingga fasilitasi sertifikasi halal bagi para pedagang.

"Pemenuhan fasilitas dan sarana pendukung ini, dilakukan tahun depan dengan melibatkan OPD terkait," ujar Kokoh.

Langkah ini diambil, menindaklanjuti instruksi Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, yang meminta seluruh OPD terkait bergerak cepat.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), hingga Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) akan berbagi peran, untuk mewujudkan kawasan kuliner halal inklusif tersebut.

Ia optimis, penataan ini akan membawa dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

Kehadiran fasilitas ramah disabilitas dan jaminan produk melalui sertifikasi halal, diyakini mampu mendongkrak kenyamanan konsumen dan menarik lebih banyak pengunjung.

"Kami ingin, PKL di Kota Pasuruan bisa naik kelas. Dengan begitu, usaha mereka semakin maju dan berkembang," tandas Kokoh. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
kota pasuruan pkl pedagang kuliner halal