PASURUAN, Radar Bromo - Masyarakat di wilayah pesisir Jawa Timur, diminta mewaspadai potensi banjir rob.
Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya mengeluarkan peringatan adanya pasang air laut maksimum, yang berpotensi menggenangi sejumlah kawasan pesisir pada 20–30 September 2026.
Kondisi tersebut dipengaruhi fase bulan purnama (full moon) yang berdampak terhadap pasang surut air laut.
Ketinggian pasang maksimum diperkirakan mencapai 130 hingga 150 sentimeter dari rata-rata muka air laut.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, mengatakan, pasang maksimum perlu diwaspadai, karena berpotensi menyebabkan genangan di kawasan pesisir, terutama wilayah yang memiliki elevasi daratan rendah.
“Masyarakat di wilayah pesisir perlu mewaspadai potensi pasang maksimum pada periode 20 sampai 30 September. Kondisi ini dapat menyebabkan air laut menggenangi daratan, terutama di kawasan pesisir yang rawan rob,” ujar Rendy.
Ia menambahkan, kenaikan muka air laut tersebut tidak hanya berpotensi mengganggu aktivitas warga di sekitar pesisir.
Genangan juga dapat berdampak terhadap transportasi, aktivitas nelayan dan petani garam, hingga kegiatan bongkar muat di kawasan pelabuhan.
“Dampaknya dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pesisir dan pelabuhan. Karena itu, warga maupun pelaku kegiatan di kawasan pesisir perlu memperhatikan informasi dan peringatan cuaca-maritim dari BMKG,” jelasnya.
Ia menjelaskan, banjir rob terjadi ketika kenaikan muka air laut akibat pasang maksimum, membuat air laut menggenangi daratan.
Kondisi tersebut umumnya lebih mudah terjadi pada kawasan pesisir, yang memiliki kontur rendah.
Masyarakat yang berada di wilayah pesisir juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, selama periode pasang maksimum tersebut.
Khususnya pada jam-jam ketika ketinggian pasang diperkirakan mencapai puncaknya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin