PASURUAN, Radar Bromo - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan terus memperkuat komitmen nyata, dalam pemberantasan narkoba serta peredaran barang terlarang di dalam sel tahanan.
Langkah preventif ini diwujudkan, melalui pelaksanaan Operasi Gabungan insidental yang digelar bersama Aparat Penegak Hukum (APH).
Operasi mendadak yang berlangsung Jumat (18/9) malam itu, melibatkan sedikitnya 15 personel gabungan yang terdiri atas unsur Satresnarkoba Polres Pasuruan Kota, Koramil, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan. Di mana, pegawai lapas mendampingi secara penuh, kegiatan tersebut.
Razia difokuskan untuk menyisir keberadaan narkoba, telepon seluler (HP) ilegal, senjata tajam (sajam), serta benda-benda berbahaya lainnya yang dilarang masuk ke dalam lapas.
Kepala Lapas Pasuruan, Fahmi Rezatya Suratman, menegaskan, razia ini merupakan tindak lanjut instruksi resmi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Sinergi lintas sektoral bersama APH, dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan rutan.
"Operasi gabungan ini merupakan wujud komitmen Bersama, untuk menjaga Lapas Pasuruan tetap aman dan kondusif. Kami menyadari tidak dapat bekerja sendiri, sehingga sinergi ini menjadi benteng utama dalam mencegah peredaran narkoba, HP ilegal, senjata tajam, maupun benda terlarang lainnya," tegasnya.
Fahmi menambahkan, seluruh jajaran Lapas Pasuruan mendukung penuh pelaksanaan operasi secara profesional dan transparan di lapangan.
Dalam penggeledahan intensif yang berlangsung selama 30 menit tersebut, petugas tidak menemukan adanya indikasi penyelundupan narkotika ataupun handphone.
Kendati demikian, tim gabungan berhasil mengamankan sejumlah barang berbahaya, dari dalam area kamar hunian warga binaan.
Barang-barang terlarang tersebut meliputi bongkahan batu, korek api gas, potongan kaca tajam, paku, hingga gunting.
Seluruh benda berbahaya tersebut langsung disita petugas, untuk segera dimusnahkan.
"Selain melakukan pembersihan fisik terhadap benda-benda berbahaya tersebut, dalam operasi ini kami juga menggelar tes urine secara acak. Ini sebagai bagian dari langkah pencegahan dini, serta deteksi terhadap penyalahgunaan NAPZA di lingkungan lapas," bebernya. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin