Update Kebakaran Bromo, Api di Malang Berjarak 7 Kilometer dari Pasuruan

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 19:49 WIB
Petugas dan relawan berupaya memadamkan api di kawasan Bromo dengan cara digebyok.
Petugas dan relawan berupaya memadamkan api di kawasan Bromo dengan cara digebyok.

 

BANGIL, Radar Bromo— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali mendekati wilayah Kabupaten Pasuruan. Titik api yang terpantau di atas Bukit Keciri, Kabupaten Malang, kini berjarak sekitar 7 kilometer saja dari batas wilayah Pasuruan.

Kondisi tersebut membuat tim gabungan memperketat pemantauan di kawasan perbatasan Malang-Pasuruan.

Senin (14/9), sebanyak 29 personel dikerahkan untuk memastikan api tidak merembet ke Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Berdasarkan pemantauan menggunakan drone TNBTS, titik api berada di sekitar Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Meski masih berada di wilayah Malang, jarak titik api dengan batas Kabupaten Pasuruan menjadi perhatian karena potensi api menjalar tetap ada. Terutama ketika angin bertiup kencang.

Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati mengatakan, pemantauan sekaligus penyekatan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar api tidak memasuki wilayah Pasuruan.

"Kami bersama tim gabungan melakukan pemantauan di kawasan perbatasan dan mengantisipasi agar api tidak merembet ke wilayah Desa Ngadirejo. Kondisi titik api terus kami pantau, terutama jika angin bertiup kencang," ujarnya.

Sebanyak 29 personel gabungan dilibatkan dalam pemantauan tersebut. Mereka terdiri atas unsur Polri, TNI, Satpol PP, Perhutani, PHPA, perangkat desa, dan relawan.

Tim gabungan kemudian bergerak menuju batas wilayah Kabupaten Pasuruan untuk melakukan pemantauan. Setelah memastikan kondisi di kawasan perbatasan, tim kembali ke Bukit Premium, Desa Ngadirejo, untuk melakukan konsolidasi.

Hingga pemantauan selesai, belum ada laporan mengenai titik api yang telah memasuki wilayah Kabupaten Pasuruan. Meski demikian, pemantauan di kawasan perbatasan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan api merembet dari wilayah Malang ke Pasuruan. (tom/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
pasuruan kebakaran bromo tnbts malang