Berangkat Kerja, Guru Matematika SMPN 2 Nguling Pasuruan Meninggal Kecelakaan, Motor Diseruduk Traga

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 21:49 WIB
NAHAS: Mobil pikap Traga yang menyeruduk guru matematika SMPN 2 Nguling. Inset, korban semasa hidup.
NAHAS: Mobil pikap Traga yang menyeruduk guru matematika SMPN 2 Nguling. Inset, korban semasa hidup.

 

NGULING, Radar Bromo — Niat mulia Auliyatul Fitriya, 43, untuk menunaikan tugasnya mengajar di awal pekan, berujung tragedi.

Perjalanan rutin sang guru matematika SMPN 2 Nguling menuju tempatnya mengabdi, justru menjadi perjalanan terakhirnya.

Ia meninggal dunia setelah sepeda motornya ditabrak pikap Isuzu Traga dari belakang di Jalan Raya Sumurwaru, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Senin (14/9) pagi.

Sekitar pukul 07.00, suasana Senin di SMPN 2 Nguling masih disibukkan dengan persiapan upacara bendera.

Korban yang merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) telah berkendara lebih awal, meski jam mengajarnya baru akan dimulai pada pukul 07.40.

Ia mengendarai sepeda motor Honda Beat bernopol N 3349 VV, melaju dari arah barat ke timur. Namun beberapa menit kemudian, petaka datang dari arah belakang.

Sebuah pikap Traga bernopol P 8944 EC yang dikemudikan oleh Moh Fajariantyo, 26,  warga Kabupaten Situbondo, melaju searah.

Diduga karena pengemudi kurang berkonsentrasi dan tidak mengamati arus lalu lintas di depannya, pikap tersebut langsung menghantam bagian belakang bodi motor sang guru dengan keras.

Benturan keras itu seketika menghentikan perjalanan korban. Tubuhnya terhempas ke aspal jalanan, mengakibatkan luka serius pada bagian kepala serta luka lecet di tangan dan kakinya.

Korban yang tinggal di Sumberdawesari, Kecamatan Grati, segera dievakuasi ke RSUD Grati untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun takdir berkata lain. Nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Kepala SMPN 2 Nguling Doni Wahyudi membenarkan bahwa almarhumah sedang dalam perjalanan menuju sekolah saat musibah terjadi.

"Korban guru matematika. Senin memang ada upacara, sehingga saat kejadian belum pembelajaran. Masih persiapan upacara. Kemungkinan kejadian sekitar pukul 07.08. Tadi kami juga takziah untuk pemakaman korban," ujar Doni.

Sementara itu, pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat.

Akibat tabrakan tersebut, bodi belakang motor korban hancur dan bemper pikap mengalami kerusakan ringan, dengan kerugian materiil ditaksir masing-masing sebesar Rp 500 ribu.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota Iptu Zulkifli Abdullah menjelaskan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait insiden ini.

"Semula kendaraan pikap berjalan dari barat ke timur. Sesampainya di lokasi, pengemudi diduga tidak mengamati arus lalu lintas di depannya, sehingga menabrak sepeda motor yang berjalan searah. Polisi juga melakukan penanganan untuk memastikan penyebab serta kronologi lengkap kecelakaan tersebut," terangnya. (zen/one)

 

Editor : Muhammad Fahmi
smpn 2 nguling guru tewas kecelakaan pasuruan nguling kecelakaan maut