PASURUAN, Radar Bromo - Pengguna Jalan Kejobo di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, tampaknya harus lebih bersabar untuk bisa menikmati akses jalan yang mulus dan nyaman.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan memastikan, penanganan pada ruas jalan tersebut untuk tahun ini, masih terbatas pada pemeliharaan berupa penambalan lubang.
Padahal, urgensi perbaikan jalan ini terbilang tinggi. Jalan Kejobo merupakan jalur sekunder yang kini diandalkan masyarakat, sebagai jalur alternatif selama proyek perbaikan Jembatan Bokwedi berlangsung.
Selain itu, kondisi fisiknya memang sudah lama tidak mendapatkan sentuhan perbaikan.
Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Gustap Purwoko, melalui Kabid Bina Marga, Ronny Abbas, menegaskan pemerintah daerah berkomitmen penuh, untuk mengembalikan kondisi Jalan Kejobo agar nyaman dilalui seperti semula.
"Tentu kami perbaiki. Karena memang, Jalan Kejobo itu butuh penanganan dan sudah lama, belum mendapatkan sentuhan perbaikan," ujar Ronny.
Namun, Ronny menguraikan, anggaran tahun ini belum memungkinkan untuk menyentuh perbaikan secara menyeluruh atau mayor.
Sembari menunggu pengajuan anggaran yang lebih besar, Dinas PUPR saat ini berfokus pada langkah pemeliharaan taktis.
Selain menambal titik-titik lubang yang membahayakan pengendara, petugas di lapangan juga melakukan pengeprasan pada bagian aspal yang mengalami gelombang.
Untuk solusi jangka panjang, Dinas PUPR memproyeksikan perbaikan skala besar baru bisa direalisasikan, pada tahun depan.
Mengingat, rehab mayor membutuhkan dana yang sangat besar, pihak pemkot berencana mengajukan bantuan pendanaan langsung ke pemerintah pusat.
"Kami usulkan agar bisa ditangani melalui rehab mayor lewat APBN tahun depan. Untuk penanganan tahun ini, sifatnya memang masih penanganan kecil," bebernya. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin