TUTUR, Radar Bromo - Warga Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, mendadak gempar dalam beberapa hari terakhir.
Hal ini dipicu oleh penemuan sebuah goa misterius, dengan struktur bangunan unik yang menyerupai sebuah bungker pertahanan kuno, di kawasan permukiman setempat.
Lokasi goa mirip bungker ini, berada tepat di samping kediaman Ngatimin, 65, seorang warga yang sehari-harinya bekerja mencari batu di Dusun Arjosari.
"Goa tersebut sebenarnya pertama kali ditemukan oleh Pak Ngatimin secara tidak sengaja, sekitar sebulan yang lalu. Namun, informasi ini baru disampaikan kepada pihak pemerintah desa, dalam satu pekan terakhir. Setelah mengecek lokasi, kami langsung bergerak cepat melaporkannya ke dinas terkait di lingkungan Pemkab Pasuruan," terang Kepala Desa (Kades) Andonosari, Akhmad Pujianto.
Berdasarkan hasil pengukuran dan pengamatan awal di lapangan, struktur goa misterius tersebut memiliki kedalaman vertikal sekitar satu meter.
Dengan lorong horizontal yang memanjang hingga lima meter. Karakteristik yang membuat warga terheran-heran, adalah bagian sekeliling dinding interior goa.
Seluruhnya, terbentuk dari formasi batuan kokoh, bukan dari struktur tanah padat biasa.
"Kalau kita masuk dan melihat langsung bentuk serta arsitektur bagian dalamnya, bangunan ini layaknya mirip sekali seperti sebuah bungker peninggalan masa lalu," imbuh pria yang akrab disapa Antok tersebut.
Guna menghindari kerusakan pada situs yang berpotensi memiliki nilai sejarah tersebut, pihak pemerintah desa telah berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di Kabupaten Pasuruan.
Rencananya, temuan ini akan segera diteruskan ke Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur yang bermarkas di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, untuk dilakukan penelitian arkeologis lebih mendalam.
Demi menjaga keaslian dan keamanan lokasi, pihak desa bersama warga sepakat untuk membiarkan kondisi goa apa adanya.
Warga dilarang keras melakukan aktivitas penggalian lebih lanjut, maupun mengubah struktur batuan di dalam goa, sebelum tim ahli purbakala turun ke lapangan. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin