
PASURUAN, Radar Bromo– Penutupan jalur pantura sejak April lalu di Kota Pasuruan akhirnya berakhir. Jembatan Book Wedi yang rampung diperbaiki resmi difungsikan mulai Kamis pagi (10/9). Tiga bulan lebih cepat dari rencana semula.
Jembatan nasional tersebut mulai dibuka pukul 05.00. Pemfungsian ditandai dengan pengambilan rambu dan water barrier di sejumlah persimpangan.
Mulai Simpang Karangketug, Ateja, Apotek, hingga Simpang Bugulkidul.
Pembukaan berlangsung lancar. Masyarakat juga antusias karena tak lagi harus menggunakan jalur alternatif setelah ruas pantura ditutup.
Lurah Blandongan Saifuddin Zuhri mengapresiasi pembukaan jembatan yang lebih cepat dari rencana.
Sebelumnya, jembatan diperkirakan baru selesai dan bisa difungsikan pada awal Desember. Namun bisa dibuka tiga bulan lebih cepat.
Baca Juga: Jadi Jalan Alternatif saat Jembatan Bok Wedi Pasuruan Diperbaiki, Jalan Kejobo Rusak
Ia berharap jembatan yang sudah ditinggikan itu bisa menjadi solusi persoalan banjir menahun akibat luapan Sungai Petung. Pihak kelurahan juga meminta masyarakat menjaga kondisi sungai dengan cara tidak membuang sampah ke sungai.
“Sampah rumah tangga itu bisa menyebabkan sedimentasi sungai tinggi sehingga berujung pada banjir akibat luapan sungai,” terangnya.
Namun Zuhri menegaskan, perbaikan jembatan bukan menjadi akhir pekerjaan. Kini, warga setempat menagih kelanjutan normalisasi Sungai Petung dan perbaikan JLS yang rusak selama dijadikan jalur alternatif akibat penutupan jalan pantura.
"Kami berharap normalisasi Sungai Petung berlanjut. Selain itu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jatim-Bali bisa segera mengembalikan kondisi JLS agar aman dilalui pengguna jalan," katanya.
Siti Samsiah, warga Kejobo Lor, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, mengaku senang Jembatan Book Wedi kembali difungsikan.
Arus lalu lintas kini kembali normal, sehingga pengguna jalan tidak perlu lagi melintasi Jalan Kejobo Lor sebagai jalur alternatif.
"Kami berharap ini bisa menjadi solusi banjir. Jalan Kejobo Lor (JLS) yang rusak selama jadi jalur alternatif bisa diperbaiki," jelas Icha, sapaannya. (riz/hn)
Editor : Muhammad Fahmi