PASURUAN, Radar Bromo - Kondisi gelombang di perairan Pasuruan diprakirakan relatif rendah dalam beberapa hari ke depan.
Namun, nelayan dan pengguna jasa pelayaran tetap diminta mewaspadai perubahan cuaca secara mendadak, terutama saat muncul awan cumulonimbus (Cb).
Berdasarkan informasi tinggi gelombang yang dirilis Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, prakiraan berlaku 6–10 September 2026. Di perairan Pasuruan, tinggi gelombang berkisar 0,52–0,65 meter.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, mengatakan kondisi gelombang di perairan Pasuruan masih tergolong rendah.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak berarti aktivitas di laut sepenuhnya bebas risiko.
"Secara umum, tinggi gelombang di perairan Pasuruan dalam beberapa hari ke depan masih relatif rendah. Namun, pengguna jasa kelautan tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum beraktivitas," ujar Rendy.
Menurut dia, keberadaan awan cumulonimbus perlu menjadi perhatian. Awan tersebut dapat memicu peningkatan kecepatan angin maupun tinggi gelombang secara tiba-tiba, di sekitar wilayah perairan.
"Jika terdapat awan cumulonimbus yang luas dan gelap, perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan peningkatan angin dan tinggi gelombang," jelasnya.
Rendy mengimbau nelayan maupun pengguna transportasi laut, agar tetap memperhatikan informasi cuaca terbaru sebelum melaut.
Terlebih bagi nelayan yang menggunakan perahu berukuran kecil, perubahan angin dan gelombang dapat berpengaruh terhadap keselamatan pelayaran.
"Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut, untuk terus memantau informasi cuaca dan kondisi perairan sebelum berangkat," ujarnya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin