KRATON, Radar Bromo - Operasi pencarian dua nelayan asal Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang di perairan Juanda, Kabupaten Sidoarjo, membuahkan hasil.
Muhammad Yasir dan Luqman Hakim akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan, dalam kondisi selamat, Selasa (1/9) siang. Kedua survivor langsung dievakuasi kembali ke daratan Kabupaten Pasuruan.
Peristiwa ini bermula ketika kedua nelayan tersebut, berangkat melaut menggunakan perahu bernama PN Suropati/Mancing Suro pada Senin (31/8) dini hari sekitar pukul 02.00.
Namun, hingga malam hari pukul 21.00, keduanya tak kunjung kembali ke rumah. Pihak keluarga yang cemas, kemudian melaporkan kejadian ini ke Pemerintah Desa Kalirejo, yang selanjutnya diteruskan ke Satpolairud Polres Pasuruan Kota.
Merespons laporan tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten dan Kota Pasuruan, Basarnas Surabaya, Polairud, PMK, serta perangkat desa setempat, langsung menggelar operasi pencarian sejak Selasa pagi.
Titik terang muncul sekitar pukul 09.08, ketika Pemerintah Desa Kalirejo menerima informasi awal keberadaan korban.
Petugas kemudian bergerak cepat menggali koordinat pasti dari pihak keluarga. Hasilnya, perahu korban terdeteksi berada di koordinat 7°36'08.60"S 112°53'09.21"E, atau sekitar 1,66 kilometer dari dermaga kecil Dusun Kaligung.
Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, membenarkan kedua nelayan tersebut, telah berhasil dievakuasi ke daratan.
Proses evakuasi di laut berjalan lancar hingga perahu korban berhasil disandarkan di dermaga Dusun Kaligung sekitar pukul 10.53.
"Alhamdulillah, kedua survivor sudah ditemukan dalam keadaan selamat. Tim gabungan langsung melakukan evakuasi hingga keduanya, berhasil dibawa kembali ke daratan," ujar Sugeng.
Dari hasil pemeriksaan medis di lapangan, kondisi kedua nelayan dilaporkan dalam keadaan lemas.
Hal ini dipicu oleh keterbatasan bahan makanan selama terombang-ambing di laut.
Selain itu, terungkap bahwa penyebab utama mereka tidak bisa kembali ke daratan, adalah karena perahu yang mereka gunakan mengalami kerusakan atau mati mesin di tengah laut.
Sebelum mesin mati, mereka juga sempat terjebak cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Sidoarjo.
Dengan berhasil dibawanya kedua korban ke rumah masing-masing dalam keadaan selamat, seluruh rangkaian operasi SAR hari pertama ini resmi ditutup dan para personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin