Pendirian Posko Karhutla di Wilayah Prigen Pasuruan Tunggu Pemprov Jatim

Rizal Syatori • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:27 WIB
TAK GEGABAH: BPBD Kabupaten Pasuruan memilih untuk menunggu instruksi dari Pemprov Jatim dalam pendirian kembali posko darurat karhutla, pasca munculnya titik api baru di Lereng Arjuno. (Dokumen Radar Bromo)
TAK GEGABAH: BPBD Kabupaten Pasuruan memilih untuk menunggu instruksi dari Pemprov Jatim dalam pendirian kembali posko darurat karhutla, pasca munculnya titik api baru di Lereng Arjuno. (Dokumen Radar Bromo)

PRIGEN, Radar Bromo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan masih menunggu instruksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, terkait pendirian kembali posko darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lereng Gunung Arjuno.

Langkah ini diambil, seiring munculnya kembali titik api baru di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, menegaskan pihaknya tidak ingin gegabah dalam mendirikan posko komando, seperti yang sempat didirikan di Lapangan Kaliandra, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan beberapa waktu lalu.

Pihaknya kini terus memantau dinamika perkembangan situasi kebakaran di lapangan.

"Pendirian posko karhutlanya saat ini belum ada. Kami masih menunggu Pemprov Jatim, karena kendali komandonya berada di BPBD Provinsi Jatim. Sementara kami di daerah, bertugas memberikan dukungan (back up)," ujar Sugeng.

Meski posko utama belum berdiri, BPBD Kabupaten Pasuruan telah mengambil langkah, taktis dengan mendistribusikan bantuan logistik untuk mendukung operasional tim pemadam jalur darat, Minggu (30/8) malam.

Di sisi lain, Kepala UPT Tahura R. Soerjo, Agustiningtyas Marini, menjelaskan pihaknya telah berinisiatif mendirikan posko internal secara mandiri, tanpa melibatkan tenda darurat dari BPBD kabupaten maupun provinsi.

"Posko kami pusatkan di salah satu rumah personel Tahura, yang berlokasi dekat Kaliandra, masuk wilayah Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen," terangnya. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
karhutla posko kebakaran lereng arjuno bpbd