Lansia asal Gempol Pasuruan Ditemukan Tewas di Sumur, Diduga Bunuh Diri Imbas Sakit Menahun

Rizal Syatori • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 19:19 WIB
MEMILUKAN: Sumur lokasi korban nekat bunuh diri lantaran sakit menahun yang diderita. (Polsek Gempol for Radar Bromo)
MEMILUKAN: Sumur lokasi korban nekat bunuh diri lantaran sakit menahun yang diderita. (Polsek Gempol for Radar Bromo)

GEMPOL, Radar Bromo - Kematian S, 63, warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, membuat gempar. Pasalnya, ia ditemukan tak bernyawa, di dalam sumur rumahnya.

Kejadian itu berlangsung Senin (31/8) pagi. Korban diduga kuat nekat mengakhiri hidupnya, karena didera rasa putus asa akibat penyakit kronis menahun yang tidak kunjung sembuh.

Peristiwa memilukan ini, pertama kali diketahui oleh adik korban sekitar pukul 06.30.

Kecurigaan bermula sejak selepas waktu subuh, saat pihak keluarga menyadari korban tidak berada di dalam kamarnya seperti biasa.

Ketika melakukan pencarian hingga ke area dapur, adik korban mendapati sepucuk surat wasiat tulisan tangan yang tertempel di tembok samping sumur.

Merasa janggal, pihak keluarga kemudian memeriksa bagian dalam sumur yang memiliki kedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter tersebut, menggunakan lampu senter.

“Saat itulah korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam air,” beber salah satu kepala desa di wilayah Kecamatan Gempol, Nur Salam.

Usai temuan itu, pemerintah desa langsung menghubungi kepolisian. Tak lama berselang, petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian bersama tim medis.

Proses evakuasi jasad korban dari dalam sumur, dilakukan secara gotong-royong oleh warga sekitar dengan disaksikan oleh perangkat desa dan aparat Polsek Gempol.

Berdasarkan hasil pendalaman, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban yang berstatus belum menikah dan tinggal bersama adiknya ini, selama ini diketahui mengidap komplikasi penyakit liver, serta hernia yang cukup parah.

Faktor penyakit menahun inilah, yang diduga menjadi pemicu utama korban mengalami depresi berat.

Pihak keluarga menyatakan, telah menerima kejadian ini sebagai musibah dengan ikhlas dan menolak jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi.

Pernyataan tersebut dibuktikan dengan surat pernyataan resmi bermaterai, yang ditandatangani oleh adik korban.

Jasad korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
bunuh diri sumur pasuruan meninggal lansia