PASURUAN, Radar Bromo - Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Pasuruan siap dilaksanakan dalam waktu dekat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) telah menyelesaikan tahapan sosialisasi kepada para calon penerima manfaat.
Seluruh pengerjaan fisik ditargetkan rampung, sebelum triwulan keempat tahun ini berakhir.
Kabid Perumahan DPKP Kota Pasuruan, Wisnu Bagya Winarsa, menyebutkan tahun ini terdapat 150 unit RTLH yang akan direhabilitasi. Tersebar di 34 kelurahan di empat kecamatan se-Kota Pasuruan.
"Kami menargetkan pelaksanaan pengerjaan fisik di lapangan, sudah bisa dimulai pada bulan September mendatang," ujarnya.
Setiap keluarga penerima manfaat (KPM), akan mendapatkan nominal bantuan yang sama.
Yaitu sebesar Rp17,5 juta. Dana tersebut dialokasikan, untuk pemenuhan dua kebutuhan utama.
Yakni pembelian bahan material bangunan serta pembayaran upah atau ongkos tukang.
Guna menjaga transparansi, bantuan uang tunai tersebut akan langsung ditransfer ke rekening pribadi masing-masing penerima.
Pihak dinas telah memfasilitasi pembuatan rekening massal bagi warga yang terdaftar.
Sosialisasi komprehensif mengenai mekanisme penggunaan anggaran ini, juga telah selesai dilaksanakan pada pekan lalu.
"Kami telah meminta calon penerima membuka rekening. Proses pembuatan rekening dan sosialisasi alur program semuanya sudah selesai dilakukan," jelasnya.
Wisnu memastikan, proses verifikasi data di lapangan, dilakukan secara ketat untuk menjamin program ini tepat sasaran.
Penerima manfaat dipastikan berasal dari kalangan keluarga tidak mampu dan kondisi fisik rumahnya memang memenuhi kriteria kerusakan RTLH, yang telah ditetapkan pemerintah.
Kota Pasuruan juga menerjunkan tim pendamping lapangan khusus. Tim ini bertugas mengawal para penerima dari awal hingga akhir proyek belanja.
"Ada pendampingan melekat dari tim, agar uang yang ditransfer ke rekening penerima memang digunakan sesuai peruntukannya. Petugas akan menemani dan mengarahkan langsung, saat mereka berbelanja bahan material di toko bangunan," bebernya. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin