Api di Penanjakan Bromo Berhasil Dipadamkan Jumat Sore, Kepulan Asap Masih Terpantau di Jurang

Mokhamad Zubaidillah • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:04 WIB

 

ASAP MENGEPUL: Meski api disebut sudah padam, kepulan asap masih terpantau dari jurang di kawasan Penanjakan Bromo, Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jumat sore (28/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
ASAP MENGEPUL: Meski api disebut sudah padam, kepulan asap masih terpantau dari jurang di kawasan Penanjakan Bromo, Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jumat sore (28/8). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

​TOSARI, Radar Bromo–Upaya keras tim gabungan dalam menaklukkan si jago merah di kawasan Penanjakan Bromo membuahkan hasil.

Jumat (28/8) sore, kobaran api yang membakar wilayah Perhutani dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, dipastikan sudah terkendali.

​Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo di lokasi, sebagian besar titik api utama, terutama yang sempat mendekati bahu jalan dan jalur akses utama menuju Penanjakan, kini sudah berhasil dipadamkan.

Meski begitu, kepulan asap putih tipis dari sisa-sisa vegetasi yang terbakar masih terlihat di sejumlah titik.

​Untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru akibat embusan angin, puluhan petugas gabungan bersama armada pemadam dari Satpol PP Kabupaten Pasuruan dan Balai Besar TNBTS masih disiagakan di lokasi.

Mereka fokus melakukan proses pembasahan (cooling down) secara intensif.

​Titik perhatian utama petugas sore itu tertuju pada medan curam di kawasan pertemuan dua bukit atau ledok yang membentuk topografi huruf V.

Baca Juga: Si Jago Merah Kembali Amuk Kawasan Penanjakan Bromo Pasuruan, Titik Api Baru di Jurang Leter V

Di kedalaman jurang lebih dari 500 meter dari posisi jalan atas tersebut, kepulan asap masih membubung tampak cukup tebal. Sementara cuaca dingin ditambah angin masih bertiup cukup kencang.

​"Untuk area atas yang mendekati akses jalan seluruhnya sudah terkondisikan dan padam. Saat ini fokus tim gabungan adalah melakukan pembasahan di titik-titik sisa asap,” terang salah satu petugas pemadam di lapangan.

​Sementara itu, kondisi kawasan wisata Bromo secara umum dipastikan tetap aman.

Rentetan titik api yang sebelumnya ada di  kawasan Seruni Point Probolinggo hingga mengarah ke wilayah Pasuruan kini telah berhasil dilokalisasi dan dipadamkan total oleh tim TNBTS bersama pihak terkait.

Kemunculan Titik Api

Informasi yang dihimpun Radar Bromo menyebutkan, kobaran api mulai muncul sejak Jumat dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

Pihak BPBD Kabupaten Pasuruan bergerak cepat begitu menerima laporan resmi dari pihak Perhutani.

​Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengungkapkan, usai menerima laporan awal, pihaknya langsung menggelar koordinasi lintas instansi guna melakukan percepatan pemadaman.

​"Informasi awal kebakaran kami terima dari pihak Perhutani. Kobaran api terpantau terjadi di wilayah Perhutani kawasan Penanjakan yang berbatasan langsung dengan kawasan TNBTS Bromo, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari. Sejak pagi hari tadi kami langsung lakukan pemadaman," terang Sugeng.

​Penanganan darurat dilakukan dengan mengerahkan puluhan personel gabungan ke titik api.

BPBD Kabupaten Pasuruan menerjunkan sedikitnya 10 personel penanggulangan bencana, disokong puluhan personel dari Unit Pemadam Kebakaran (PMK) Satpol PP Kabupaten Pasuruan.

​Tak hanya kekuatan lokal, BPBD Jawa Timur juga turut memperkuat pemadaman di medan sulit tersebut.

Personel BPBD Jatim diterjunkan langsung membawa alat pemadam portable hingga bola pemadam kebakaran (fire extinguisher ball) untuk melokalisasi kobaran api di lereng-lereng curam.

Di lapangan, upaya pemadaman sempat menemui kendala teknis. Ketersediaan suplai air untuk armada mobil PMK sempat tersendat akibat terputusnya pipa distribusi.

​Tempat pengisian air terdekat yang biasanya diandalkan petugas, yakni di kawasan Ledok Wonokitri,  kehabisan pasokan.

Pipa air menuju lokasi pengisian meledak dan terputus karena terlalap api yang membakar vegetasi di sekitar titik sumber air.

​Petugas harus memutar otak dan mengalihkan jalur suplai pengisian air ke permukiman warga terdekat di Desa Wonokitri.

​Untuk armada pendukung, sebanyak dua unit mobil pemadam utama diterjunkan ke lokasi, masing-masing 1 unit dari Balai Besar TNBTS dan 1 unit dari Pemkab Pasuruan.

Kedua armada pemadam tersebut disokong penuh oleh unit mobil tangki suplai air guna memastikan pasokan penyemprotan tetap terjaga di tengah medan yang sulit.

​Sementara itu, pihak Balai Besar TNBTS melalui Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) di Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), Bambang Suriyono, membenarkan adanya pergerakan titik api yang meluas di kawasan bentang alam Bromo, baik yang berada di perbatasan Probolinggo, Seruni Point, maupun wilayah Pasuruan. Namun, hari ini api sudah padam.

"Kebakaran yg di area bromo (Pasuruan dan Probolinggo) sudah padam, tinggal area Lumajang, di sekitar Ranu Kumbolo dan Argosari," ungkapnya lewat pesan whatsapp.

Pihaknya terus bersiaga bersama tim gabungan Manggala Agni TNBTS dan Masyarakat Peduli Api agar api tidak lagi menerabas area inti konservasi. (ube/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
penanjakan bromo pasuruan kebakaran bromo api tosari