TOSARI, Radar Bromo–Si jago merah kembali mengamuk di kawasan Bromo. Kali ini, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Penanjakan, wilayah kerja Perhutani yang berbatasan langsung dengan area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Hingga Jumat siang (28/8), kepulan asap pekat tampak membubung tinggi. Bahkan, kepulan asap menutup jarak pandang di badan jalan utama kawasan wisata menuju Penanjakan.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, titik api pertama kali terdeteksi sejak Kamis (27/8) malam dari kawasan Lembah Pusung Cilik wilayah Perhutani.
Lantaran embusan angin kencang yang berputar-putar di celah cekungan bukit berbentuk huruf V atau pertemuan dua tebing curam, api dengan cepat menjalar naik ke atas merambat menuju wilayah Resort TNBTS Penanjakan.
Vegetasi kering berupa semak belukar dan pepohonan cemara gunung yang mudah terbakar membuat kobaran api makin menjadi-jadi. Melahap habis lereng bukit dalam hitungan jam.
Sejak pagi puluhan personel gabungan diterjunkan ke titik musibah. Terdiri dari tim BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI-Polri, jajaran Perhutani, petugas Manggala Agni TNBTS, serta kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) bahu-membahu menaklukkan si jago merah.
Baca Juga: Kawasan Bromo Kembali Terbakar: 2 Titik Api di Perbukitan Seruni Point, Mengarah ke Jembatan Kaca
Tak ketinggalan, warga lokal, yakni pelaku usaha wisata kawasan TNBTS Bromo pun turut membantu.
Upaya pemadaman dilakukan secara sporadis dari berbagai titik. Tim pemadam kebakaran memobilisasi unit PMK untuk menjangkau area tepi jalan utama. Sementara warga lokal turun ke lereng bawah melakukan penyekatan area agar api tidak melebar.
Tak hanya itu, petugas yang merangsek ke area tebing atas terpaksa menggunakan gebyok (pemasah api manual dari dahan/pemukul) lantaran medan yang terjal dan sulit dijangkau kendaraan air.
Sementara personel Manggala Agni TNBTS bersama MPA fokus melakukan isolasi dan pemblokiran jalur (firebreak) agar pergerakan lidah api tidak makin merembet luas ke dalam zona TNBTS.
Selain unit Pemadam kebakaran (PMK) Kabupaten Pasuruan, ada juga unit PMK TNBTS plus mobil tangki air yang melakukan pemadaman di titik Ledok Lasimah, perbatasan Perhutani dengan TNBTS. Tepatnya di sisi utara jalan.
Hingga berita ini diturunkan, angin kencang di sekitar ceruk Bukit kawasan Penanjakan masih menjadi kendala utama tim gabungan di lapangan.
Petugas masih terus berjibaku melokalisir sisa-sisa titik api demi mencegah dampak kebakaran yang lebih meluas.
Selain titik api di kawasan Perhutani, titik api juga masih tampak di area Bukit Pondok Kawat TNBTS Bromo.
Kebakaran di titik ini merupakan rentetan dari terbakarnya area Seruni Point di wilayah Ngadisari, Kabupaten Probolinggo yang terbakar sehari sebelumnya.
Api merembet naik ke atas hingga sampai di Bukit Pondok Kawat. Kebakaran di wilayah ini tidaklah begitu signifikan lantaran titik yang terbakar merupakan kawasan bukit yang ludes terbakar beberapa hari lalu.
Sejak pagi pihak TNBS secara resmi belum melakukan penutupan kunjungan wisata. Hanya penempatan personil TNBTS berjaga untuk menghalau para wisatawan yang bertujuan ke Wisata Penanjakan.
Wisatawan juga hanya bisa menikmati keindahan alam bromo di titik wisata Lemah Pasar atau Bukit Cinta, spot Bukit Dingklik, Pelataran Pusung Dhuwur hingga lautan pasir Gunung Bromo. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi