PASURUAN, Radar Bromo - Angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari ke depan.
Namun, kondisi gelombang laut di perairan Pasuruan, masih tergolong aman.
Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, tinggi gelombang di perairan Pasuruan diprakirakan berkisar 0,49 hingga 0,68 meter pada 26–30 Agustus 2026.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo Rendy Irawadi mengatakan, meski angin cukup kencang berpotensi terjadi, kondisi gelombang di perairan Pasuruan masih dalam kategori aman.
“Untuk perairan Pasuruan, tinggi gelombang masih relatif rendah dan aman. Namun, masyarakat yang beraktivitas di laut, tetap perlu memperhatikan kondisi angin dan perkembangan cuaca,” kata Rendy.
Dia menjelaskan, kondisi gelombang di perairan Pasuruan dalam periode tersebut, masih jauh lebih rendah dibanding sejumlah wilayah pesisir selatan Jawa Timur.
Dalam data BMKG, gelombang di Perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi dapat mencapai lebih dari 2 meter pada beberapa hari.
Sementara itu, wilayah Perairan Pasuruan tercatat berada pada kisaran di bawah 1 meter sepanjang periode prakiraan.
Meski demikian, Rendy mengingatkan nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut, agar tidak hanya berpatokan pada tinggi gelombang.
“Kalau ada angin kencang maupun pertumbuhan awan cumulonimbus yang luas dan gelap, kondisi angin serta tinggi gelombang dapat meningkat. Karena itu, tetap waspada dan pantau informasi cuaca terbaru sebelum melaut,” ujarnya.
BMKG juga memberikan catatan bahwa keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap, dapat menambah kecepatan angin sekaligus meningkatkan tinggi gelombang.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat pesisir Pasuruan masih dapat beraktivitas, dengan tetap memperhatikan perkembangan cuaca.
Terutama bagi nelayan maupun pengguna perahu kecil, yang cukup rentan terhadap perubahan angin dan gelombang secara tiba-tiba. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin