TOSARI, Radar Bromo–Kawasan wisata Bukit Kingkong di Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, geger. Minggu (23/8) sekitar pukul 07.00 pagi, seorang tour guide di tempat itu, tiba-tiba pingsan. Bahkan, kemudian meninggal.
Korban adalah Antonius Jimmy, 52, warga Polak Wonorejo RT 2/RW 1, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya. Diduga kuat, korban kena serangan jantung.
Kapolsek Tosari Iptu Sumbut Pujaningwang membenarkan kejadian itu. Menurutnya, polisi menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 07.00 mengenai seorang pria yang pingsan di pinggir jalan di bawah Bukit Kingkong.
“Korban ditemukan dalam kondisi pingsan di pinggir jalan di bawah Bukit Kingkong, kemudian dinyatakan meninggal. Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” katanya.
Dijelaskan Sumbut, sehari-hari korban bekerja sebagai driver sekaligus tour guide. Bahkan sebelum pingsan dan akhirnya meninggal, korban tengah menjalankan profesinya itu.
Sabtu (22/8) sekitar pukul 23.00, korban menjemput tamu di Homestay Singgah Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Mereka adalah empat wisatawan asal China.
Lalu Minggu (23/8) dini hari pukul 02.00, korban mengantar empat wisatawan itu menuju Kabupaten Pasuruan. Mereka hendak melihat sunrise melalui Penanjakan di Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Setelah mengantar rombongan, dengan berjalan kaki korban kembali ke jip yang diparkir di bawah kawasan Bukit Kingkong. Saat itulah, korban tiba-tiba jatuh dan pingsan di pinggir jalan.
Driver jip yang mengantar rombongan kemudian meminta pertolongan pada warga di sekitar lokasi. Petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang berada di kawasan Gunung Bromo juga turut memberikan bantuan.
Saat itu juga, korban dibawa ke Puskesmas Tosari, Kabupaten Pasuruan. Namun nyawanya tidak tertolong. Begitu sampai di Puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal.
Polisi selanjutnya mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Termasuk meminta keterangan dari beberapa saksi guna memastikan rangkaian kejadian.
Dua orang telah dimintai keterangan sebagai saksi. Mereka adalah Supanto, 38, driver jip asal Jalan Mawar RT 1/RW 1, Desa/Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Satu lagi yaitu Marianto, 37, petugas TNBTS yang tinggal di Dusun Sanggar RT 1/RW 4, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
“Untuk sementara, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga juga menerima kematian korban dan menolak dilakukan otopsi,” jelas Sumbut.
Berdasarkan pemeriksaan awal, menurut Sumbut, diduga kuat korban meninggal karena serangan jantung. Dalam kejadian tersebut, polisi tidak mengamankan barang bukti apa pun.
“Dugaan sementara korban meninggal karena serangan jantung. Namun penyelidikan dan pendataan tetap dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian,” pungkasnya. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi