PASURUAN, Radar Bromo – Stabilitas sektor keuangan di bawah wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, menunjukkan tren positif.
Hal ini tercermin dari aset perbankan, yang tumbuh sebesar 7,04 persen secara tahunan (year on year) hingga menembus angka Rp190,87 triliun pada Juni 2026.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menjelaskan kinerja industri perbankan di wilayahnya, terus memperlihatkan pertumbuhan yang solid.
Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month to month), aset perbankan tercatat naik 1,18 persen dari Rp188,65 triliun.
Sementara, jika dikomparasikan dengan periode yang sama tahun lalu (Juli 2025) yang sebesar Rp178,32 triliun, terjadi lonjakan nilai aset hingga Rp12,55 triliun.
"Aset yang tumbuh, menunjukkan skala industri perbankan yang membesar. Kenaikan ini didukung oleh bauran kebijakan fiskal dan moneter yang memadai,” ujar Farid.
Pertumbuhan aset ini merata di semua lini perbankan. Mulai dari Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, Bank Perekonomian Rakyat (BPR), hingga BPR Syariah.
Akselerasi tertinggi, dicatatkan oleh sektor Bank Umum Syariah yang melesat hingga 39,94 persen secara tahunan, dan tumbuh 4,27 persen secara bulanan.
Farid menambahkan, motor penggerak utama dari pembesaran aset ini, adalah moncernya penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Hingga paruh tahun ini, penghimpunan DPK tumbuh positif sebesar 3,85 persen, dengan total dana masyarakat yang terparkir mencapai Rp106,78 triliun.
Sektor DPK ini ditopang kuat oleh peningkatan pada pos tabungan dan giro. Kondisi tersebut dipicu oleh tingginya aktivitas transaksi harian masyarakat, ekosistem bisnis nasabah yang sehat, perputaran giro korporasi serta pemda, serta meningkatnya minat deposito seiring dengan daya tarik suku bunga acuan. (riz/one)
Baca Juga: Kesadaran Pentingnya Investasi Meningkat, Pelaku Pasar Modal di Wilayah OJK Malang Tumbuh Dua Digit
Indikator Pertumbuhan Aset
- Aset Juni 2026: Rp 190,87 Triliun
- Kenaikan Tahunan (YoY): 7,04% (Naik Rp 12,55 Triliun dibanding Juli 2025)
- Kenaikan Bulanan (MtM): 1,18% (Naik Rp 2,2 Triliun dibanding bulan sebelumnya)
Performa Tertinggi
- Bank Umum Syariah: Melesat 39,94% (YoY) dan 4,27% (MtM).
- Cakupan Kenaikan: Terjadi merata di Bank Konvensional, Syariah, BPR, dan BPR Syariah.
Sektor Dana Pihak Ketiga (DPK)
- Total Capaian: Rp 106,78 Triliun (Tumbuh positif 3,85%)
- Pos Pendorong Utama: Tabungan transaksi harian dan Giro korporasi/pemda.
- Faktor Penarik: Peningkatan Deposito imbas daya tarik suku bunga acuan.
Baca Juga: OJK Terima Ribuan Laporan Penipuan di Wilayah Pasuruan, Paling Banyak Kasus Ini
Editor : Moch Vikry Romadhoni